Perayaan Imlek Kembali Digelar, Pedagang Mainan Barongsai Padati Pasar Gede

oleh
oleh
Boneka barongsai dijual di kawasan Pasar Gede Solo | MettaNews/KKLUnivet

SOLO, Metta NEWS – Perayaan Imlek 2022 kembali digelar membuat pedagang mainan barongsai memadati kawasan Pasar Gede. Tidak hanya warga yang merayakan Imlek, masyarakat lain pun ikut menjadi pembeli mainan barongsai.

Salah satu pedagang mainan barongsai dari Cirebon, Rudi mengaku sejauh ini belum ada penyediaan lokasi khusus dari Dinas Perdagangan Kota Surakarta seperti diwaktu perayaan Imlek sebelum pandemi.

Begitupun dengan peraturan dalam berjualan menjelang perayaan Imlek. Rudi menyebut hanya ada instruksi dari petugas kemanan perihal lokasi berjualan yang berpindah-pindah.

“Saya jualannya pindah-pindah tapi masih sekitar Pasar Gede sebelah selatan, nanti kalau satpam suruh pindah ya pindah nanti kembali ke sisi timur lagi,” Ujar Rudi saat ditemui di trotoar Pasar Gede, Selasa (25/01/2022).

Setiap tahunnya ia berjualan mainan barongsai di sekitar Pasar Gede. Meskipun tahun lalu tidak ada pemasangan lampion namun ia mengaku tetap berjualan.

Keberadaan lampion di Pasar Gede berpengaruh terhadap pedagang mainan sepertinya. Rudi menjelaskan tahun ini mengalami penurunan pendapatan dikarenakan tidak ramainya pengunjung yang berfoto di lampion.

“Kalau banyak lampion kan banyak orang selfi pas malem itu rame jadi berpengaruh ke penjualan saya,” ungkap Rudi.

Kembali ditiadakannya Grebeg Sudiro membuat pengunjung sepi, lanjut Rudi ia tetap memanfaatkan momen perayaan Imlek yang kembali digelar meskipun secara sederhana.

Sebagai pedagang musiman karena adanya perayaan Imlek, Rudi mengaku pada hari biasanya ia menjual mainan diacara hajatan tempat tinggalnya. Berjualan sejak Sabtu, (22/01/2022) Rudi menyebut dagangan miliknya sudah laku sebanyak 3 kodi lebih.

Dengan kisaran harga 20 ribu sampai 25 ribu, Rudi menyebut setiap harinya mainan barongsai miliknya mampu terjual sebanyak 1 kodi.

“Ya penjualannya sejak kemarin itu stabil, ada pemasukan. Yang terpenting kan ada pemasukan buat makan,” tutur Rudi.

Terdapat perbedaan waktu berjualan pada tahun ini. Dikarenakan pemasangan lampion yang tidak terlalu banyak, ia hanya berjualan dari pukul 6 pagi hingga sore hari. Rudi menyebut jika terdapat banyak lampion ia bisa berjualan sampai malam hari sekitar pukul 10 karena ramai.

Ada harapan penjualannya bertambah dengan kembali diadakannya perayaan Imlek tahun ini. Rudi menjelaskan ia akan berjualan sampai puncak perayaan Imlek.

Dagangan mainan barongsai tersebut merupakan hasil produksi sendiri. Rudi menyebutkan, terdapat 12 rombongan pedagang yang berasal dari Cirebon. Sudah 7 kali berjualan di Solo setiap perayaan Imlek, lanjut Rudi ia merasakan setiap perbedaan dari tahun ke tahun. (Mg4, Mg3, Mg1)