SEMARANG, MettaNEWS – Gerakan pemberdayaan kewirausahaan sebagai wadah untuk membantu pelaku UMKM mengakselerasi bisnisnya, Hetero for Startup Season 3, sukses terselenggara di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Sebanyak 35 peserta terpilih atau finalis asal berbagai provinsi di Indonesia yang mengikuti program tersebut mengaku mendapat banyak pelajaran berharga setelah mengikuti acara tahunan ini.
Dalam tiga tahun terakhir, program Hetero for Startup yang merupakan inisiasi dari Pemprov Jateng ini juga mendapat dukungan dari payung program keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”. Dan program pemberdayaan UMKM PT HM Sampoerna Tbk., Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).
Salah satu finalis asal dari Tangerang, Eka Risky Septiani mengaku senang dapat berpartisipasi dalam Hetero for Startup Season 3. Menurutnya banyak hal baru yang bisa ia lakukan untuk bisnisnya setelah mengikuti program ini.
“Sekarang wawasan bertambah, ilmu juga bertambah. Otomatis, dengan banyak pengetahuan, kita jadi punya cara untuk melakukan penjualan yang baik,” kata Eka yang merupakan pelaku bisnis makanan di kediaman Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pada Rabu (16/8/2023).
Setelah mengikuti Hetero for Startup Season 3, Eka, yang menggeluti bisnis pangan olahan seperti kaldu, sereal, dan pasta keju untuk camilan sehat, mengaku memiliki banyak PR yang harus ia kerjakan.
Berkat program ini, Eka juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produknya ke Ganjar. Ia juga sempat menjelaskan bahwa usaha makanan miliknya sudah bisa ia produksi sendiri.
Pelaku UMKM akui kenaikan omset usai masuk final Hetero For Startup
Sementara itu, Fajar Alam Islami, pengusaha teh dari Malang, Jawa Timur (Jatim) juga tak mau kalah dengan finalis sebelumnya. Dia juga menjelaskan keunggulan produknya teh miliknya kepada Ganjar.
“Produk teh yang saya jual, saya racik sendiri,” ucap pelaku UMKM ini.
Usaha dengan merek “Jiwanta” ini telah Fajar rintis sejak 2022.
“Saya belajar otodidak. Saya tahu meracik teh dari buku. Akhirnya saya berani buka bisnis teh sendiri,” imbuh dia.
Dengan bisnis teh itu, Fajar mengaku dapat mendapatkan omzet sebanyak Rp 15 juta dalam satu bulan, sementara laba bersih sekitar Rp 6 juta per bulan.
“Dari program ini, saya dapat ilmu bagaimana mengelola sumber daya manusia yang baik. Saat ini saya sudah punya empat karyawan,” ujar Fajar.
Finalis asal Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Fajri Gufran Zainal juga mengatakan hal yang sama. Dia mendapat hal yang bermanfaat setelah mengikuti Hetero for Startup season 3.
“Di Hetero ini kita bisa banyak sekali belajar literasi keuangan, marketing. Kita juga belajar bersama mentor-mentor yang sangat luar biasa yang juga sangat expert, sehingga banyak sekali yang bisa kita dapatkan,” pungkasnya.








