Operasi Patuh Candi 2023 Selesai, Polisi Solo Tindak 4150 Pelanggar

oleh
Operasi Patuh Candi Polresta Solo
Kasatlantas Poresta Solo Kompol Agung Yudiawan saat melihat beberapa motor dengan knalpot brong yang dikandangkan selama operasi Patuh Candi 2023 (24/7/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Operasi Patuh Candi 2023 di wilayah Solo telah berakhir pada hari minggu kemarin (23/7/2023). Selama berlangsungnya operasi tersebut kepolisian Solo mendapatkan angka kecelakaan mengalami penurunan. Namun untuk pelanggan dalam berlalu lintas mengalami kenaikkan.

Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan mengatakan dari data evaluasi Operasi Patuh Candi pada tahun ini tercatat ada 29 kasus kecelakaan, dimana seluruhnya mengalami luka ringan. Sedangkan tahun lalu ada sekitar 30 kasus kecelakaan.

“Untuk titiknya ada dijalan Veteran, kemudian jalan Djuanda tepatnya kawasan Pucang sawit, kemudian di Sekarpace,” ungkap Agung (24/7/2023).

“Kebanyakan tipe tabrakannya samping depan. Jadi ketika melintas di perempatan, tidak melihat ada kendaraan lain yang melintas. Ini akan menjadi evaluasi kita juga. Mengingat banyak sekali perempatan di Solo. Terkadang perempatan ini merupakan pertemuan antara jalan raya dan jalan kampung,” urainya.

Sedangkan untuk pelanggaran lalu lintas terdapat sebanyak 4150 kendaraan terjaring razia. Kebanyakan pelanggaran tertangkap menggunakan ETLE dengan sanki tilang.

“Ada juga motornya kita sita karena menggunakan knalpot brong. Ada sekitar 100 sepeda motor yang kita kandangan karena knalpot borng,” papar Agung.

Lebih lanjut, pelanggaran yang mendominasi masih terkait minimnya kesadaran masyarakat menggunakan helm. Kebanyakan juga terjadi di kawasan pinggir kota Solo.

“Kebanyakan di batas kota ya. Merasa cuma jaraknya pendek, tidak pakai helm. Terutama penumpangnya,” ujar Agung.

Kemudian, membiarkan anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Padahal, mereka belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Ini juga kita sayangkan. Saran saya orang tua meluangkan waktu untuk menghantarkan anak mereka. Kalau tidak bisa dengan menggunakan ojol atau kendaraan umum,” tukasnya.