EO Belum Lunasi Utang Vendor Rp 120 Juta, Festival Musik Don’t Stop di De Tjolomadoe Ricuh

oleh
Festival musik
Penonton festival musik Don’t Stop merusak properti lantaran kecewa konser di De Tjolomadoe batal, Sabtu (22/7/2023) | MettaNEWS / Robertus Dhimas

KARANGANYAR, MettaNEWS – Festival musik indie Don’t Stop Fest 2023 di De Tjolomadoe Karanganyar Jawa Tengah berujung kisruh, Sabtu (22/7/2023) malam. Diduga pihak Event Organizer (EO) selaku penyelenggara konser tidak membayar penuh vendor yang terlibat hingga berujung pembatalan secara tiba-tiba.

Mendapati hal ini, ribuan penonton yang sudah menunggu sejak awal festival akan dimulai pukul 15.00 WIB mulai ricuh dan menghancurkan properti pada pukul 18.53 WIB.

Penonton yang tak terima terus mengepung panggung untuk meminta pengembalian uang. Tak sedikit yang kecewa dan menuntut EO untuk bertanggung jawab. Mereka bernyanyi dan menyalakan flare.

Pantauan MettaNEWS, kericuhan berhenti sekira pukul 20.30 WIB setelah aparat kepolisian menurunkan 170 personel untuk meredakan amukan masa.

Salah satu penonton asal Banyumas, Rizky Aldy (22) mengaku sangat kecewa sebab ia sudah membayar tiket sebesar Rp 120.000.

“Ini kan hiburan untuk warga Solo tapi dengan acara yang nggak sesuai dengan ekspektasi ya membuat para penonton kecewa. Terus juga banyak korban dari luar kota ataupun fans-fans  yang sudah jauh-jauh ke sini kan perlu effort,” ujar Rizky.

Menurut pengakuannya, acara musik ini belum mulai sama sekali. Lampu panggung pun padam dan tidak ada sound yang bersuara. Merasa rugi, Rizky meminta EO bertanggung jawab.

“Belum sempat mulai ini harusnya dari sore. Ada pihak EO yang belum jelas buat terselenggaranya acara ini. Uang bisa dicari tapi ya tanggung jawabnya jangan sampai event ini terulang lagi kacau begini karena sebelumnya kan lancar dan jelas tanpa kekacauan,” ujar Rizky.

3 EO Ditangkap

Kapolres Karanganyar, AKBP Jerrold Hendra Kumontoy mengungkapkan bahwa pihak EO sudah mengantongi izin konser Don’t Stop Fest dari pihak kepolisian.

“Ada pihak EO masih belum menyelesaikan kewajiban pembayaran ke salah satu vendor sound sistem dan beberapa vendor lainnya,” ujarnya.

Hasil interogasi awal pihak kepolisian, EO berhutang biaya pelunasan sekitar Rp 120 juta. Lantaran hal ini pihak vendor tidak mau melanjutkan gelaran konser.

“EO langsung kami amankan ada 3 orang, 1 perempuan dan 2 laki-laki, mereka EO lokal. Sudah kami tanyakan bagaimana nanti pertanggungjawabannya. Sudah pasti konser tidak akan digelar. Karena EO belum mampu membayar kepada vendor,” ujarnya.

Festival musik indie ini menyuguhkan 7 lineup yakni Malu 2X, Havinhell, Stand Here Alone (SHA), MCPR, Koil, Rebellion Rose dan Superman Is Dead dengan tiket online Rp 120.000 dan on the spot Rp 150.000.