Serunya Belajar Matematika dengan Media Kartu

oleh
oleh
murid SD di Solo

SOLO, Metta NEWS – Mata pelajaran Matematika seringnya menjadi pelajaran yang menakutkan bagi anak-anak sekolah. Untuk itu guru dituntut lebih kreatif dalam menyampaikan pelajaran matematika ini. 

Hal ini yang coba diterapkan oleh SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Pembelajaran Matematika kelas VI semester II membahas materi statistika dengan materi mean, median, dan modus. Materi tersebut sangat abstrak, sehingga guru perlu mengkonkretkannya dalam bentuk simbol atau gambar.

Seperti yang dilakukan oleh guru Matematika kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta Testa Nur Hardiyono. Untuk menarik minat siswa dalam pembelajaran konsep median,  ia menggunakan media kartu poker mainan bergambar karakter Tobot.

Alasan Testa menggunakan kartu poker mainan karena berisi angka 1 sampai 10 untuk mengkonkretkan konsep angka dan data. Penggunaan kartu diharapkan mampu memberikan pengalaman dan memori jangka panjang pada siswa, sehingga pembelajaran benar-benar bermakna.

“Seperti halnya pisau, kartu poker hanya alat yang bisa digunakan untuk kebaikan maupun keburukan, tergantung siapa yang menggunakannya,” ujar Testa saat memberikan pemahaman kepada siswa.

Siswa kemudian dibagi menjadi empat kelompok dengan anggota 3 sampai 4 anak. Mereka duduk di lantai dengan posisi melingkar. Setiap kelompok diberi kartu dengan angka acak dan jumlah berbeda-beda, ada yang mendapatkan 8 atau 9 kartu. 

“Tugas mereka adalah menyelesaikan soal yang ada pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menggunakan media kartu tersebut,” ujar Testa. 

Setelah selesai berdiskusi dan menjawab pertanyaan pada LKPD, perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk presentasi. Kelompok yang maju ke depan merupakan perwakilan dari kelompok yang mendapat kartu ganjil maupun genap.

“Perwakilan kelompok kartu ganjil menyampaikan cara menemukan nilai tengah, yaitu dengan menghitung jumlah kartu di sebelah kiri dan kanan dari nilai tengah adalah sama. Nilai angka pada kartu yang di tengah merupakan median dari kartu atau data tersebut,” paparnya.

Sedangkan perwakilan kelompok kartu genap menyampaikan cara menentukan nilai tengah dengan mengambil kartu di ujung kiri dan kanan secara bersamaan, sampai tersisa dua kartu yang di tengah. Dari dua kartu yang di tengah, dilihat angkanya kemudian dijumlahkan dan dibagi dua.

Pembelajaran diakhiri dengan penyampaian simpulan dari guru. Testa menjelaskan cara mencari nilai median dari data yang diberikan. Kartu merupakan simbol dari data sedangkan angka yang terdapat pada kartu adalah nilai dari data. 

“Belajar median ini agak rumit, kalau hanya disampaikan lewat teori siswa akan sulit memahami, sehingga perlu media salah satunya adalah kartu ini agar anak juga lebih tertarik dan pelajaran yang disampaikan juga mudah di pahami,” pungkas Testa.