Antusias, 476 Petenis Meja Berlaga Memperebutkan Piala Ketua KONI Surakarta

oleh
oleh
Tenis Meja KONI Solo
Tenis Meja Piala KONI Surakarta, Sabtu - Minggu (15-16/01/2022) Foto : Humas KONI Surakarta

SOLO, Metta NEWS – Sangat antusias, gelaran turnamen Tenis Meja Piala KONI Surakarta dibanjiri ratusan pendaftar hingga panitia terpaksa membatasi pendaftar untuk memenuhi standar protokol kesehatan. 

Pertandingan Tenis meja yang secara resmi pertama kali digelar saat pandemi di Solo ini diikuti oleh 476  petenis meja dari berbagai kelompok umur bertarung memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Surakarta, Sabtu-Minggu (15-16/1/2022).

Ketua Panitia Kejuaraan Antonius Sulistyo Wibowo menjelaskan peserta beradu ketangguhan pada kejuaraan terbuka yang diselenggarakan di GOR Fakultas Keolahragaan (FKor) Universitas Sebelas Maret atau UNS Surakarta kawasan Manahan itu.

Ada empat kelompok umur yang dibuka pada kejuaraan terbuka itu. Selain U17 yang terbagi atas kelompok putra dan putri, juga digelar U12 untuk putra dan putri.

‘’Pendaftar terbanyak di kelompok yunior U17, yang pesertanya mencapai 173 orang. Padahal biasanya untuk kelompok itu paling hanya 40-an orang,’’ kata pria yang akrab disapa Toni ini. 

Lanjut Toni, jumlah peserta pada kelompok U12, menurut Toni juga cukup banyak yakni 150 orang. Selain itu kelompok U21 dengan peserta 66 orang dan kelompok umum sebanyak 78 peserta.

‘’Mungkin karena belum banyak kejuaraan akibat pandemi Covid-19, maka animo peserta cukup tinggi pada ajang ini. Maka pertarungan sudah bisa dipastikan berlangsung panas dan seru,’’ tutur Toni.

Meskipun dengan peserta yang berasal dari berbagai kota di Jawa tersebut,  Toni menegaskan panitia tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Panitia menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, serta selalu meminta agar peserta saling menjaga jarak,” tandasnya.

Mewakili Ketua Umum Lilik Kusnandar, Sekretaris Umum Koni Surakarta Her Suprabu saat membuka kejuaraan juga berpesan agar seluruh peserta dan panitia, disiplin menerapkan protokol kesehatan.

‘’Turnamen ini juga diharapkan menjadi ajang mengasah diri para peserta, serta memunculkan atlet-atlet dengan prestasi gemilang ke depan, serta menjadi contoh penyelenggaraan turnamen olahraga dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Her Suprabu.