Golkar Solo Dorong Ketertarikan Politik untuk Generasi Muda dan Perempuan Jelang Pemilu 2024

oleh
Politik Generasi Muda
Politisi perempuan muda dari partai Golkar Solo, Madiha Septia Rizkiana (tengah) saat memberikan materi kepada anak-anak muda di Forum Demokrasi Gemati Coffe Solo Jumat (23/6/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Ketertarikan generasi muda dan perempuan dalam politik saat ini menjadi salah satu poin penting menjelang pemilu 2024. Pasalnya dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) diperkirakan jumlah pemilih di Indonesia mencapai 187 juta dan pemilih generasi milenial san Gen Z sekitar 60 persen.

Politisi perempuan dari partai Golkar Solo, Madiha Septia Rizkiana, menilai saat ini ketertarikan generasi muda terhadap politik sudah sangat besar.

“Cuma kan kalau kita ngomongin anak muda ini banyak dan luas, namun mereka sebenarnya sudah open minded. Seperti ketika berada di forum dan membahas terkait politik pasti ada beberapa yang sangat kritis dan memiliki ketertarikan,” ungkap Madiha saat diskusi di Forum Demokrasi Jumat (23/6/2022).

Untuk Madiha merangkul anak-anak muda sebagai pemilih harus mengunakan metode yang tepat.

“Ini tergantung ketertarikan dari anak mudanya sih. Kita berbaur di perkumpulan mereka dan tidak membuat mereka risih. Intinya kita perkenalkan dari diri kita jika berpolitik itu asik kepada mereka,” ungkapnya.

Madiah yang juga Politisi perempuan muda ini juga terus mengajak pemilih muda untuk datang memilih di TPS.

“Dari data pemilihan tahun sebelumnya banyak anak muda yang tidak melakukan pemilihan. Mindset kita harus mengantisipasi kertas kosong yang bisa saja dipermainkan dari atas dan ini harus diketahui pemilih muda. Pemilih muda harus memilih, mana yang kalian kenal,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait dengan keterlibatan perempuan dalam politik Madiah menilai saat ini sudah memenuhi kuota atau bahkan bisa lebih.

“Melihat dari internal saya sudah seperti itu, banyak yang bersemangat untuk berpartai politik. Bahkan dalam forum kami perempuan juga banyak yang bersuara,” ungkapnya.

Ia berharap generasi muda dan perempuan dapat menjadi pemilih yang memiliki literasi politik sebagai bekal untuk menentukan pilihan dalam pemilu. Sehingga pemilii benar-benar berdasarkan kemampuan dan rekam jejak yang positif.