Umumkan Tarif Parkir Resmi Masjid Zayed, Gibran: Tarif Tidak Sesuai Aturan, Jangan Dibayar!

oleh
tarif parkir masjid
Baliho tarif parkir resmi Masjid Raya Sheikh Zayed Gilingan Solo dari Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kota Solo terpasang di Jalan DI Panjaitan, Banjarsari, Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengumumkan tarif parkir resmi pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed Solo di akun social media Twitter miliknya pada Rabu (3/5/2023) malam.

Melalui @gibran_tweet, tarif parkir Masjid Zayed kini  yakni untuk sepeda motor Rp 3.000, mobil Rp 5.000 dan Elf atau minibus Rp 10.000 dengan disertai karcis resmi milik Pemerintah Kota Solo.

Dalam cuitannya, Gibran menuliskan bahwa apabila masih ada penemuan pelanggaran parkir secara valid akan Satgas Saber Pungli tindak tegas. Pengunjung bisa melapor dengan format aduan:

  1. Atas nama pelapor
  2. Kronologi lengkap kejadian
  3. Foto atau video oknum jukir (juru parkir)
  4. Lokasi tempat parkir

Aduan tersebut bisa pelapor kirim melalui WA call center perpakiran 0811-2910-999 atau WA call center Dinas Perhubungan Kota Solo 0811-265-4322.

“Tarif tidak sesuai aturan, JANGAN DIBAYAR!,” tegasnya, Rabu (3/5/2023) malam..

Sebelumnya Gibran sempat geram dengan adanya parkir liar dengan tarif ngepruk di Jalan Ahmad Yani yang sebelumnya tertutup untuk proyek Viaduk Gilingan. Ia pun sampai meninggalkan mobid dinasnya di lokasi proyek tersebut sebagai cara menghentikan parkir liar.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Taufiq Muhammad mengatakan, Pemkot sudah menentukan besaran tarif parkir kendaraan pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed.

“Pemkot sudah menentukan tarif parkir. Kami kategorikan insidental,” kata Taufiq, Rabu (3/5/2023).

Taufiq mengatakan penetapan tarif tidak hanya untuk kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed. Pihaknya juga menyiapkan lokasi parkir kendaraan pengunjung di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo dan Perumda Pedaringan.

“Menunggu Viaduk Gilingan selesai. Setelahnya kami buat konsep semua parkir di Terminal dan di Pedaringan. Nanti ada shuttle dari sana menuju masjid,” ungkap Taufiq.

Saat ini, lanjut Taufiq shuttle untuk mengangkut pengunjung yang dari terminal masih terkendala jalurnya dengan pembangunan Viaduk Gilingan.

“Sehingga shuttle yang mengangkut pengunjung dari terminal harus memutar jalan cukup jauh. Untuk menuju ke Masjid Raya Sheikh Zayed. Harus berputar lewat Balapan, Banjarsari kan macet,” terang Taufiq.