SOLO, MettaNEWS – Kepolisian saat ini tengah waspada terkait kejahatan dengan modus travel mudik yang telah terjadi di kawasan jawa barat beberapa hari lalu. Kejahatan ini menyasar para pemudik dengan dalih menawarkan harga travel murah.
Alih-alih sampai tempat tujuan, harta berharganya malah dirampok saat perjalanan. Oleh karena itu Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi meminta para pemudik untuk menggunakan moda transportasi umum yang resmi.
“maksudnya jangan tergiur tarif murah. Kemudian sifatnya sewa pribadi atau dengan tawaran apapun kemudian menjadi korban kejahatan. Ini patut kita waspada. Karena pemerintah sudah membuka banyak sekali angkutan umum, baik itu yang sifatnya mudik gratis bersama ataupun transportasi pendukung yang lainnya,” ujar Iwan Rabu (12/4/2023).
Lebih lanjut, sebelum membeli tiket atau menaiki travel, alangkah lebih baik mengetahui kantor travelnya seperti apa. Kemudian ciri-ciri kendaraan seperti apa. Sehingga jika terjadi sesuatu bisa mempertanggungjawabkan.
“Kasus kejahatan bisa menimpa siapa pun, termasuk calon pemudik. Kami meminta para calon pemudik dapat lebih teliti. Jika ragu bisa berkonsultasi dengan kami pihak keamanan,” jelasnya.
Waspada Modus Travel Mudik, Antisipasi Banyaknya Pemudik di Wilayah Solo
Terkait, arus mudik lebaran yang akan naik pada tahun ini, Iwan mengatakan hal tersebut sudah masuk dalam prediksi dari jauh hari. Yang mana prediksi tersebut dari hasil Rakor bersama se-Jawa Tengah.
“Bahwa 30 lebih juta orang akan mudik ke Jawa Tengah. Tidak terkecuali Solo dan sekitarnya. Dimana kawasan Solo ini banyak orang yang merantau ke ibukota dan menjadi budaya mudik lebaran. Sehingga wajar akan ada peningkatan arus kendaraan. Apalagi sudah tidak ada lagi pembatasan mobilitas,” ujar Iwan.
Tambah, akan ada 320 bus mudik gratis dari pemerintah yang akan masuk ke wilayah Jateng. Dan wilayah Solo mendapatkan 59 bus dengan 2248 penumpang turun di Terminal Tirtonadi.
“belum lagi pemudik yang menggunakan bus reguler, kereta api dan pesawat maupun kendaraan pribadi. Sehingga wajar kalau akan ada peningkatan,” urai Iwan.
Untuk menyambut para pemudik tersebut, kepolisian akan menyiapkan 4 Pos Keamanan di Jurug, Banyuanayar, Farokah, dan Makuto. Kemudian Pos Terapadu Tirtonadi dan Pos Pelayanan di Beteng Vasternburg untuk memantau pergerakan pemudik.
“Termasuk saat libur labaran. Kita tahu banyak sekali lokasi wisata baru di Solo seperti Masjid Zayed dan Solo Safari. Keraton, kemudian Lokananta juga berencana Soft launching. Ini juga kita antisipasi. Untuk personel kita terjunkan 1116 petugas. Itu yang melekat, namun yang kita antisipasi apabila ada lonjakan pemudik, personel akan kita tambah,” tukas Iwan.








