SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo akan membangun ulang rumah susun (rusun) Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membeberkan pembangunan rusun Mojo ini akan selesai pada tahun 2024.
“Wis beres 2024 harus selesai. Endak mindah Pasar Ayam. Towernya yang sekarang lima lantai jadi delapan. Unitnya aja gede jadi 36, jadi lebih manusiawi,” ujar Gibran beberapa waktu lalu.
Keadaan tower rumah susun Mojo sangat memperihatinkan. Dengan kondisi tower yang miring maka penghuninya kemudian pindah.
“Kan wis pindahmasyarakatnya. Towernya miring sekarang wis dihancurkan. Tak hancurkan kita bangun kembali dengan sarpras (sarana prasarana-red) yang lebih nyaman. Tower lebih tinggi tipe 36,” beber Gibran.
Gibran menyebut rumah susun Mojo nantinya akan lebih luas dengan tipe 36. Dengan model yang lebih baik, Gibran enggan menyebutkan berapa dana yang dihabiskan untuk membangun rumah susun ini.
Ia hanya menyebut sumber dana pembangunan rusun Mojo menggunakan dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Mengko wae (nanti saja) dari PUPR. Lebih bersih nantinya. PR-nya tinggal Pasar Ayam penataan,” tukasnya.
Jauh sebeleum rencana pembangunan ulang ini muncul. Tahun 2021, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan (PMK) RI Muhadjir Effendy bertolak ke rusun Mojo.
Dalam kunjungannya, Menko Muhadjir melihat kondisi rumah sudun Mojo yang tidak layak. Maka ia mendukung pembangunan ulang rumah susun yang semula bernama rusun Semanggi.
“kebijakannya sangat bagus, wong bangunannya tidak layak ini. Itukan besi-besinya sudah pada ke luar, jadi saya dukung,” ujarnya.
Pembangunan Rusun untuk Warga Miskin
Groundbreaking atu peletakkan batu pertama pembangunan rumah susun Kemen PUPR berlangsung Jalan Adi Sucipto 41, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo dilakukan pada Rabu (2/11/2022).
Rumah susun setinggi lima lantai dengan unit hunian sebanyak 62 unit berdaya tampung kurang lebih 100 orang.
Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Salahuddin Yahya menyambut baik progres pembangunan Rusun Kementerian Sosial ini.
Yahya menyebut kehadiran rusun ini memiliki arti penting karena menjadi simbol kehadiran negara dalam memelihara dan memberi kelayakan hidup bagi warga negara yang miskin.
“Rusun ini kami bangun untuk menampung beragam Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Karena itu, selain bangunannya harus bagus, aksesibilitas bagi disabilitas pun harus bagus,” kata Yahya, Rabu (2/11/2022) dikutip Kemensos.go.id.








