SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo rencananya akan mendapat hibah 1 tower rumah susun (rusun) dari Kementerian PUPR dalam waktu satu atau dua bulan ke depan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sewa Dinas Perumahan Iswan Fitradias mengatakan rusun baru ini memiliki sejumlah fasilitas tambahan yang berada di lorong dan di dalam unitnya.
Rusun tersebut berada di Mojosongo, Jebres Solo tepatnya di belakang perumahan Solo Elok. Progres pembangunannya mencapai 97 persen dengan anggaran milik Kementerian PUPR berkisar Rp 15-17 miliar.
Lebih lanjut, rusun tersebut terbagi menjadi 3 lantai dengan 44 unit. Dikatakan Iswan bentuk rusun tersebut hampir mirip dengan Rumah Susun Putri Cempo E yang juga berada di Kelurahan Mojosongo.
“Bentuknya hampir sama dengan Rumah Susun Putri Cempo Blok E lah,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (12/7/2023).
Selain itu rusun yang rencananya dibangun di daerah Mojosongo ini memiliki fasilitas tambahan seperti water hidran disetiap kamar dan lorong. Kemudian ada exhaust fan di dalam kamar mandi dan di dapur serta dilengkapi dengan lampu back up baterai.
“Nanti juga include furniturenya, dipan beserta kasur tidurnya. Kursi, meja lemari juga ada,” lanjut dia.
Iswan mengatakan jika tidak ada perubahan, harga sewa yang diterapkan sama dengan rusun-rusun lain yakni Rp 100.000,- per bulan untuk lantai dasar.
“Dasar itu 10 ribu, kalau naik nanti dikurang 10 ribu. Lantai 2, Rp. 90 ribu dan lantai 3, Rp. 80 ribu,” kata dia.
Iswan menambahkan rusun ini diperuntukkan bagi warga korban gusuran ber-KTP Solo. Namun demikian, pihaknya masih akan mengajukan persoalan tersebut ke Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengingat antrean pengguna rusun sudah mencapai 998 orang.
“Nanti kan tidak serta-merta, nanti kalau pak wali dismabatk OPD mana karena penataan, kan tidak boleh juga,” tukasnya.








