SOLO, MettaNEWS – Kepastian Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 masih menunggu keputusan FIFA. Untuk persiapan saat ini dari semua venue telah memasuki tahap kesiapan secara maksimal.
Terlebih venue yang berada di Kota Solo, Walikota Gibran selalu mengungkapkan pihaknya siap melaksanakan penyelenggaraan event internasional tersebut.
Namun pada akhir-akhir ini isu penolakan timnas Israel menjadi peserta Piala Dunia U-20, masih menjadi masalah utama yang beredar di Indonesia. Hal tersebut membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan pernyataan tegas untuk tidak mencapuradukan urusan politik dengan olahraga.
Bahkan saat ini Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir tengah melakukan lobi-lobi dengan FIFA di Doha, Qatar terkait nasib perhelatan ajang sepak bola internasional itu.
Kota Solo telah mengajukan diri sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 sejak kepemimpinan Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo.
Hingga Gibran memperbarui perjanjian kesanggupan menjadi tuan rumah pada tahun 2021.
“Kalau saya tidak komitmen enggak mungkin saya tanda tangan, enggak mungkin saya ikut mengajukan diri. Saya hanya menghormati perjanjian yang sudah ada yang sudah ditandatangani kedua belah pihak,” kata Gibran di DPRD Kota Surakarta, Rabu (29/3/2023).
Menunggu Keputusan FIFA, Stadion Manahan Tetap Bersolek
Gibran menegaskan menerima seluruh tim yang akan berlaga di Stadion Manahan Solo dalam gelaran Piala Dunia U-20.
“Ya sudah to, orang-orang pada mau ke sini itu untuk main sepak bola. Tidak mau ngapa-ngapin kok pada ribut, orang sepak bola, kecuali menjajah gitu saya tolak,” ucap Gibran.
Terlepas dari jadi atau tidaknya Piala Dunia U-20 di Indonesia, Gibran memastikan Stadion Manahan Solo tetap menghias diri. Rencananya minggu depan akan mendatangkan mesin penyulaman rumput agar sesuai dengan standar internasional.
Dirinya menyayangkan jika Piala Dunia U-20 di Indonesia masih menuai polemik hingga berisiko dibatalkan.
“Kalau mau protes ya sebelum tanda tangan. Ini venue sudah jadi, anggaran sudah keluar. Kita sudah capek, setelah itu kenapa baru pada protes? Kita sudah capek, tenaganya habis, sudah wira-wiri ke mana-mana. Sudah menyiapkan, kasihan yang menyiapkan ya,” kata Gibran dengan lantang.
Saat ini tinggal menunggu keputusan FIFA. Jika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, Gibran akan segera mengeksekusi seluruh rencana promosi dan persiapan lainnya mulai dari pre-event, event dan post event.
Namun, pihaknya harus berbesar hati jika Stadion Manahan Solo batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 Indonesia. Opsi lain, Stadion Manahan Solo akan kembali sebagai home base tim Persis Solo untuk 2 pertandingan Liga 1.








