SOLO, MettaNEWS – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) meninjau 4 venue Piala Dunia U-20 di Solo, Minggu (12/3/2023). Empat venue ini yakni Stadion Manahan sebagai venue utama.
Tiga venue latihan yakni Stadion Sriwedari, Lapangan Kotabarat dan Lapangan Banyuanyar. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan Solo telah siaPiala Dunia U-20p jadi venue opening, closing dan final Piala Dunia U-20 Mei-Juni mendatang.
“Yang jelas Solo sebagai tuan rumah siap untuk menjadi tuan rumah yang baik. Terutama untuk nanti final dan clossing (penutupan-red),” terang Gibran usai menemani tinjauan PSSI di Stadion Manahan, Minggu (12/3/2023).
Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian PUPR, Essy Asiah berkomitmen untuk kesiapan infrastruktur Kota Solo siap untuk Piala Dunia U-20.
“Alhamdulillah kita tetap selalu berkomitmen untuk bagaiaman kesiapan infrastruktur Stadion Manahan. Dan juga tempat latihan ini itu bisa selesai tepat waktu sesuai dengan standar yang sudag jadi persyaratan oleh FIFA,” ujarnya.
PUPR akan merapikan catatan kecil Stadion Manahan berupa standarisasi rumput FIFA.
“Tinggal masalah rumputnya nanti mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita selesaikan.
Untuk semua perapihan di sini, sebelum FIFA hadir tanggal 21-27 ini. Sudah disesuaikan dengan baik. Intinya PUPR komitmen untuk menyelesaikan ini dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Sinergi Menteri Sukseskan Venue Piala Dunia U-20 Solo
Menteri BUMN, Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI siap mendampingi Pemerintah Kota Solo sebagai venue utama Piala Dunia U-20.
“Jadi ya kita harus banar-benar. Kenapa kita hari ini turun untuk memastikan. Kita mendampingi dan juga memberikan solusi kepada Pemda untuk bisa kita laksanakan sebaik-baiknya,” kata Erick.
Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 ini juga sebagai persiapan. Indonesia kembali mendapat kepercayaan yang sama saat Pildun 2034 mendatang.
“Karena kan kita punya mimpi lebih besar. Nah hal ini jangan sampai ketika kita punya kesempatan menyelanggarakan U-20. Yang merupakan event terbesar kedua FIFA. Tapi kita tidaj akukan dengan maksimal,” tutur Erick.
PSSI Serius dalam menyukseskan Pildun U-20 di Solo. Maka setelah meninjau venue-venue di Sumatera Selatan, Bandung dan Solo. Tinjauan akan menyasar venue di Bali. Tujuannya agar semua venue telah benar-benar siap menyuguhkan lokasi terbaiknya di Pildun mendatang.
“Akhirnya kesempatan kita untuk pildun 2034 yang proses bidingnya sudah mulai. Karena itu saya dengn pengurus PSSI menyampaikan bahwa kita serius mau 2034,” ujarnya.
“Nah tapi kan PR di sini harus jalan. Jangan sampai saya ininya gak siap terus biding kan diketawain orang. Nah inilah knp kita sangat serius turun sekarang benar-benar cek satu per satu untuk benar-benar siap. Karena ini harga diri bangsa kita,” tandasnya.








