SOLO, MettaNEWS – Perusahaan penyedia katering haji dari Indonesia PT HaTI Barokah Investama mendemokan pelayanan katering haji. Simulasi ini bertepatan dengan kunjungan dari Mashariq Factory ke Solo.
Perusahaan Arab Mashariq Factory ini menggandeng Wong Solo Grup sebagai vendor penyedia makanan haji. Pada pertemuan tersebut, PT HaTI mendemokan melayani 5000 paket makanan dalam waktu 1,5 Jam.
Vice President Mashariq Factory Hatim Mukhtar melihat langsung pabrik utama Wong Solo di Solo.
“Kehadiran kami ini juga untuk melihat langsung teknologi pemanasan makanan siap saji. Juga menyaksikan simulasi pembagian makanan siap saji dengan cepat namun tetap berkualitas,” ungkap Hatim.
Menandai kerja sama tersebut adalah dibangunnya pabrik sebagai dapur khusus di Mekah.
“Kita senang bisa bekerja sama untuk pabrik. Untuk meberikan layanan kepada rukun Islam yang ke 5. Melayani tamu-tamu Allah yang menunaikan ibadahnya,” ungkap Hatim.
Perusahaan Makanan dari Solo Tembus Katering Haji di Arab Saudi
Hatim menyebut pihaknya sangat senang bisa bekerja sama strategis dengan Wong Solo Grup.
“Pabrik makanan siap saji ini menjadi katering haji yang pertama yang berada di Mekah. Dari Asia Tenggara, negara Indonesia, bermula dari Solo. Dengan kepemimpinan orang yang bijak Pak Puspo. Dan beliau orang yang berhasil selama 33 tahun membangun kerjaan bisnis yang sangat besar. Khususnya dalam bidang kuliner,” paparnya.
Hatim melihat teknologi pemanasan makanan PT HaTI ini sejalan dengan teknologi pada pabrik yang berada di Mekah.
“Produk-produk makanan siap saji dari Indonesia sangat disenangi oleh rombongan haji Indonesia di Mekah. Dan mereka biasa mencarinya. Kita juga memiliki berbagai restoran di Mekah. Itu juga merupakan kerja sama kita dengan Wong Solo Grup. Restoran kami menyediakan makanan Indonesia,” ungkap Hatim.
Untuk kerja sama ini Hatim menyebut akan mengajukan permintaan sebanyak 1.4 juta paket makanan siap saji.
Sementara itu, Ketua Direksi Mashariq Factory Dr Yousif bin Abdulhamid Jaha mengatakan pabriknya mencari partner untuk kerja sama.
“Salah satunya adalah Wong Solo. Ini kami melihat pekerjaannya, operasionalnya. Dan Wong Solo tahu cara dan bagaimana untuk mengerjakan pabrik tersebut,” kata Yousif.
Setelah melihat langsung, Yousif mengatakan pihaknya memiliki teknologi yang sama.
“Teknik yang sama untuk pemanasan makanan, tidak ada bahan-bahan pengawet. Juga sudah berkunjung melihat pabrik jadi kami tertarik,” ujarnya.
Owner Wong Solo Grup Puspo Wardoyo menambahkan untuk tahap awal, Mashariq Factory mengajukan permintaan sebanyak 1.4 juta paket produk siap saji MakanKu.
“Saat ini pabrik PT HaTI di Saudi Arabia sudah berjalan 25 persen. Alhamdulillah tahun ini kami menjalankan bisnis pabrik masakan yang awet. Makanan siap saji baik frozen dan fresh,” terang Puspo.
Puspo menjelaskan meskipun nanti produksi MakanKu berada di Arab Saudi, untuk bumbu rempah tetap dari pabrik di.Solo.
“Jadi wajib beli pasta bumbu dari Indonesia. Rempah-rempah dari pabrik Indonesia. Sehingga tetap ada feedback keuntungan untuk Tanah Air,” pungkas Puspo.








