SOLO, MettaNEWS – SD Pangudi Luhur Solo merayakan hari jadi ke 100 tahun dengan berbagai kegiatan. Memasuki 1 abad tentu bukan hal yang mudah bagi sebuah sekolah dasar. Melewati berbagai asam garam problemantika SD Pangudi Luhur mampu bertahan mengikuti kemajuan zaman.
Menyemarakkan HUT 100 tahun, hajat geden (perayaan besar) panitia HUT 1 Abad SD Pangudi Luhur Santo Timotius mengadakan berbagai pagelaran.
Kepala Sekolah SD Pangudi Luhur Santo Timotius, Thomas Marsono Adi Wiryono menjelaskan, sekolah menggelar Wayang Wahyu.
“Kami mengundang sekolah-sekolah, gereja-gereja Kristen dan Katolik. Wayang Wahyu ini ceritanya mengambil dari kitab suci,” jelas Adi beberapa waktu lalu.
Selain pagelaran Wayang Wahyu, Pangudi Luhur Santo Timotius juga mengadakan komba tari Piala Wali Kota Solo dan lomba tembang macapat. Lomba tari berlangsung pada 11 Februari 2023.
Adi mengungkapkan, lomba tari medley nusantara antar sanggar tari dan sekolah dasar se Surakarta ini memperebutkan piala Wali Kota Surakarta serta uang pembinaan.
“Seni tari untuk anak – anak untuk menjaga perkembangan fisik yang lebih baik. Teknik menari yang meliputi gerakan berlari, berjalan, melompat, hingga membungkukkan badan, dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak,” tutur Adi.
Gerak tari lanjut Adi juga akan melatih perkembangan kognitif, afektif, melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi dan disiplin.
“Tari merupakan media pembelajaran efektif untuk mengasah kreatifitas anak. Ketika menari, anak belajar berekspresi baik melalui mimik wajah serta gerakan tubuhnya. Hal ini berdampak baik pada peningkatan kepercaya diri anak. Menari juga sarana untuk meningkatkan kecintaan anak akan budaya daerah, dan melestarikan tradisi,” paparnya.
Peserta lomba ini ada 20 kelompok tari yang setiap kelompok terdiri dari 5 – 7 penari. Dari 20 kelompok yang berlomba peserta tidak hanya dari Solo tapi juga dari Wonogiri, Karanganyar, Boyolali, dan Klaten. SD Pangudi Luhur selaku tuan rumah menyajikan penampilan dan kreatifitas anak – anak untuk menghibur dan mengisi di acara jeda serta saat menunggu hasil pengumuman.
Jalan Sehat SD Pangudi Luhur 2000 Peserta
SD Pangudi Luhur yang masih konsisten untuk melestarikan budaya lokal terutama Tari dan karawitan sangat mendukung keberadaan sanggar tari yang sangat pesat pertumbuhannnya di Surakarta ini.
“Dengan adanya lomba ini diharapkan menjadi output dari sanggar tari dan sarana kompetisi untuk menampilkan yang terbaik di bidang tari,” terang Adi.
Pada hari yang sama pukul juga berlangsung lomba budaya yang lain yaitu lomba Nembang dan Macapat antar kelas. Adi menyebut lomba intern ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mengembangkan potensi siswa.
“Lomba ini adalah wujud perhatian dari SD Pangudi Luhur terhadap keistimewaan budaya lokal yang bisa mendukung perkembangan siswa,” jelasnya.
Selain kegiatan seni tersebut, HUT 1 abad Pangudi Luhur Timotius Solo juga mengadakan jalan sehat, Minggu (12/2/2023). Sebanyak 2000 peserta mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Mengambil start dan finish di SD Pangudi Luhur (SD PL), Jl. Sugiyopranoto no 1, Kampung Baru. Peserta yang terdiri dari siswa, orangtua siswa, alumni, dan warga masyarakat berjalan ke barat menuju Pura Mangkunegaran. Melewati Ngarsapura dan selanjutnya menyusuri Jl. Slamet Riyadi menuju Gladag dan finish di SD Pangudi Luhur.
Usai jalan sehat kegiatan hiburan semakin menyemarakan kegiatan dengan penampilan dari SMP BL dan SMA St. Yosef, basar. Dan pengudian doorpruize dengan berbagai hadiah seperti motor, alamari es, mesin cuci, sepeda, telvisi, dan hadiah lain dari sponsor.
Selain itu sebagai sebuah bakti dari SD PL juga mengadakan kegiatan pengobatan gratis menggandeng RS Brayat Minulyo. Melalui bantuan dari pihak kelurahan Kampung Baru dengan 100 kupon pengobatan gratis untuk warga kelurahan Kampung Baru.







