SOLO, MettaNEWS – Grup musik Slank sukses menghibur penonton dalam konser 1 abad Pangudi Luhur di Benteng Vastenburg, Solo, Kamis (2/3/2023). Dalam penampilannya, grup musik ini membawakan 14 lagu. Termasuk salah satunya lagu wajib nasional Garuda Pancasila.
Grup musik yang digawangi Kaka, Bimbim, Abdee, Ivanka dan Ridho ini membuka penampilannya dengan lagu Bali Bagus. Kemudian berlanjut ke lagu Mars Slank dan Hujan dengan iringan musik gamelan. Lagu lainnya yang dinanyikan Slank yakni I Miss You But I Hate You, Terlalu Manis, Balikin, Tong Kosong, Bang Bang Tut, Ku Tak Bisa, Lembah Baliem, Orkes Sakit Hati dan Kamu Harus Pulang.
Tidak hanya sang vokalis saja yang bernyanyi di atas panggung malam ini. Sang drummer, Bimbim juga ikut bernyanyi dengan membawakan lagu Bimbim Jangan Menangis. Ratusan penonton termasuk dari siswa, guru dan alumni SD Pangudi Luhur pun terbawa alunan grup musik yang eksis sejak 1983 itu.
Penampilan Slank di Konser 1 Abad Pangudi Luhur Puaskan Penggemar

Salah satu Slankers (nama penggemar) asal Sukoharjo, Sadam Aji Wibowo (24) rela membayar tiket Rp 100.000 untuk penampilan grup musik favoritnya di Solo.
“Saya tahu informasi konser ini dari teman-teman grup Slankers Solo. Terus teman-teman sekitar 15 orang inisiatif buat berangkat ya udah mereka sudah beli jauh-jauh hari,” ujar Sadam.
Bagi Sadam, durasi konser kali ini terlalu singkat. Sehingga banyak lagu favorit yang tidak dibawakan. Kendati demikian ia merasa konser Slank di Solo tahun ini cukup mengobati kerinduannya.
“Aku berharap reuni Slank seperti ini ada lagi. Terus durasinya bisa lebih lama. Karena ada lagu-lagu lama kaya yang paling favorit tu American Style tadi nggak dibawain. Jadi ya kurang puas buat saya yang sudah ngfans sama Slank dari TK tahun 2002,” kata Sadam.
Konser Slank X Milenial Gamelan jadi konser yang ketujuh kalinya bagi Sadam. Sadam berharap kedepan grup musik asal Jakarta ini dapat manggung lagi di Solo.
“Ada hal yang paling dirindukan dari konser Slank. Salah satunya reuni Slank formasi ke-13. Ya harapannya dengan konser semacam ini pengin ada lagi kolaborasi dengan gamelan-gamelan. Atau dengan musik tradisional yang lain. Terus durasinya nggak pendek kaya gini cuma satu jam. Kurang,” tukasnya.
Sementara itu, salah satu Slankers Solo, Fahrul (25) berharap konser Slank X Milenial Gamelan dapat menginspirasi grup musik yang lain untuk berkolaborasi dengan musik tradisional. Tujuannya agar dapat memberi warna baru di dunia musik.
“Keren ini konsernya memuaskan. Saya harap ke depan banyak band-band yang bisa kolaborasi dengan alat musik tradisional manapun. Karena itu penting untuk generasi kita ke depan. Intinya senang bisa nonton band favorit. Pengin banget ada lagi di Solo,” ujar Fahrul.








