Universitas Slamet Riyadi Gandeng 30 Perusahaan Gelar Job Fair

oleh
oleh
Rektor Unisri Prof Sutoyo memberikan keterangan pers job fair Unisri | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo menggelar job fair dengan menggandeng 30 perusahaan.

Penyelenggaraan bursa kerja ini bekerja sama dengan Forum Pusat Karir Perguruan Tinggi se Surakarta.

Job fair akan berlangsung di Grha Soloraya (Gladag), selama 2 hari mulai Selasa – Rabu (14-15/2/2023). Mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Ketua Panitia Job Fair 2023, Sarafuddin menjelaskan job fair Unisri menyediakan ratusan lowongan kerja.

“Pada job fair ini sebanyak 22 Perguruan Tinggi bergabung. Kami tidak hanya mengakomodasi lulusan Unisri tapi juga untuk umum,” jelas Sarafuddin.

Sarafuddin menjelaskan untuk target peserta calon pencari kerja sebanyak 3 ribu pendaftar.

“Melengkapi kegiatan bursa kerja juga ada talkshow. Tema talkshow adalah bagaimana calon pencari kerja memiliki kesiapan mental. Dan mampu melihat peluang-peluang kerja. Untuk pemateri salah satunya adalah Rektor Unisri,” tutur Safaruddin.

Sementara itu, Rektor Unisri Prof. Sutoyo menambahkan job fair ini sebagai wujud tanggung jawab universitas pada lulusan.

“Unisri sejak 2015 melalui pusat karir Unisri sudah menyelenggarakan bursa kerjs secara mandiri. Mestinya tahun ini sudah penyelenggaraan ke 6. Tapi karena pandemi kemarin tidak kita adakan. Kali ini bersama-sama dengan universitas lain. Meski inisiasi dari Unisri,” papar Prof. Sutoyo.

Prof. Sutoyo mengungkapkan, unit karir Unisri juga mempunyai tugas untuk mengadakan pembekalan.

“Pembekalan pada anak-anak sebelum lulus. Pengembangan kepeibadian mahasiswa jelang wisuda dan menjembatani lulusan ke dunia usaha,” kata Rektor Sutoyo.

Selain job fair, unit karir Unisri juga mempunyai tugas mentraking lulusan.

“Ya bekerja di mana, apa posisinya, relevan dengan pendidikannya tidak. Juga mensurvey pengguna apakah lulusan Unisri cakap dalam bekerja. Karena Unisri tidak berhenti pada mendidik mahasiswa namun juga bertanggung jawab setelahnya,” pungkas Prof. Sutoyo.