Pengalaman yang Hanya Bisa Didapatkan Ketika Berkunjung ke Solo Safari

oleh
Berkunjung ke Solo Safari
Crew Radio Metta Solo FM mengikuti atraksi burung Makaw saat berkunjung ke Solo Safari, Kamis (9/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kehadiran Solo Safari di awal tahun 2023 menjadi angin segar bagi warga Solo maupun luar daerah. Miliki koleksi 347 satwa dari 87 spesies, tempat ini mampu menyuguhkan pengalaman berbeda bagi siapa saja yang berkunjung ke Solo Safari.

Proyek buah kerjasama antara Taman Safari dengan Pemerintah Kota ini mampu mengubah beberapa hal. Baik dari segi bangunan yang kian megah hingga konsep yang lebih modern.

Konsep Solo Safari dalam menyuguhkan koleksi satwa yang lebih bebas dan tanpa kerangkeng membuat pengunjung dapat berinteraksi secara dekat. Pdengunjung pun tidak hanyapat melihat satwa dari dekat. Sebab terdapat tim customer experience yang bertugas untuk memberikan edukasi dan informasi satwa ke pengunjung.

Keberadaan customer experience ini terbagi setiap zona area untuk membantu pengunjung akan satwa yang ada. Hal ini tentunya menjadi poin tambahan bagi kebun binatang dalam memberikan manfaat ke pengunjung.

“Customer experience adalah tim yang bekerja di lapangan yang terbagi ke setiap zona area tertentu yang ada pada Solo Safari. Kami akan membantu pengunjung untuk memberikan informasi edukasi. Kami yang akan mengarahkan dan membantu mereka untuk mendapat pengalaman berebeda,” ujar Customer Experience Solo Safari, Devina Yunita Sari. Saat Live From Location (LFL) bersama Radio Metta Solo FM, Kamis (9/2/2023).

Merasakan Keseruan Atraksi Satwa Saat Berkunjung ke  Solo Safari

Berkunjung ke Solo Safari
Atraksi otter yang bisa dinikmati saat berkunjung ke Solo Safari, Kamis (9/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Devina mengatakan setiap harinya Solo Safari menyuguhkan atraksi satwa sebanyak tiga kali. Yakni pukul 09.00 WIB, 10.30 WIB dan 14.30 WIB. Setidaknya dalam sehari ada 8 spesias satwa yang tampil dalam atraksi tersebut.

“Solo Safari menyuguhkan animal show-nya seperti burung Julang Emas, burung Elang Bondol, Orang Utan, ular sanca, otter tau berang-berang dan gajah. Jadi kita bisa berinteraksi langsung dengan mereka. Seperti salah satunya otter kita bisa pegang langsung tangan otternya ngelihat cara kasih makannya,” jelasnya.

“Atraksi gajah juga kita bisa lihat keunikannya ada apa saja dan terakhir ada Petting Zoo kita bisa ngasih makan kelinci kura-kura, ayam kate, kuda Pony yang bisa kita kendarai dan semacamnya,” jelas Devina.

Bukan hanya itu, Solo Safari merupakan satu-satunya kebun binatang yang miliki Primate Island atau pula primata dengan hamparan danau yang luas. Ketika melewati danau ini pengunjung akan terhibur dengan tingkah menggemaskan dari pasangan siamang. Siamang merupakan salah satu satwa kebanggan Solo Safari. Ia miliki suara keras yang berasal dari kantong tenggorokan yang menjadi sumber vokalisasi sebagai cara mempertahankan teritori dengan ritual bernyanyi.

Setelah bertransformasi dari Taman Satwa Taru Jurug ke Solo Safari, kebun binatang seluas 13,9 hektare ini miliki wajah baru yang kian modern. Pada pembangunan fase 1 Solo Safari miliki beberapa fasilitas seperti first aid atau fasilitas kesehatah seperti ambulance medis, lost and found (informasi barang kehilangan), food stall atau warung makanan modern dan toilet bersih.

Beberapa bangunan megah juga ada pada fase 1 Solo Safari. Sebut saja drop off, main lobby, suvenir shop, open stage dan Makunde Restaurant. Setelah fase 2 mulai masuk pengerjaan pada Juli 2023, Solo Safari akan miliki Lion Cafe dan beberapa fasilitas tambahan berkonsep kampung Afrika.