SOLO, MettaNEWS – Tangis keluarga pecah tatkala jenazah Dyah Sujirah atau Sipon tiba di kediaman aktivis HAM Widji Tukul, Kalangan RT 01 RW 14, Jagalan, Jebres, Solo sekira pukul 16.23 WIB.
Kakak kandung Sipon langsung memeluk jenazah setelah warga meletakkan tubuh Sipon di atas dipan yang terletak di ruang tamu untuk disemayamkan.
Puluhan warga pun tampak melayat di rumah duka. Mereka duduk di atas kursi yang tertata di depan rumah duka. Tampak karangan bunga mulai berdatangan. Salah satunya katangan bunga dari Cetar Community, relawan Jokowi Maruf Amin.
Semasa hidup, istri Widji Tukul itu dikenal sebagai sosok yang baik dan sering berinteraksi dengan warga sekitar. Hal ini dikatakan salah seorang tetangga Sipon, Tri Wiyono.
“Dia orangnya baik dan sering berinteraksi dengan warga,” ujarnya di rumah duka.
Kakak Kandung Sipon, Sarijo alias Mbembong (66) menuturkan jika ia bangga atas perjuangan yang sudah dilakukan oleh adiknya.
“Saya bangga banget. Sama Widji Tukul juga. Mereka kan juga dianggap sebagai pahlawannya rakyat kecil,” ujar Sarijo.
Sipon meninggal dunia usai mengalami serangan jantung. Sebelumnya Sipon juga telah dirawat di Rumah Sakit Hermina, Solo. Belakangan diketahui Sipon juga mengidap sakit gula darah. Salah satu kakinya bahkan sempat diamputasi akibat penyakitnya ini.
Putri ke 5 pasangan Atmojuari Surip itu akan dimakamkan di Astono Purwoloyo pada Jumat (6/1/2023) sekira pukul 10.00 WIB.








