Pesta Pergantian Tahun Sisakan Sampah di Jalan Diponegoro-Slamet Riyadi

oleh
Sampah
Tumpukan sampah di dekat kanopi Koridor Gatot Subroto-Ngarsapura Solo usai perayaan malam tahun baru, Minggu (1/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Meski terbilang sukses digelar namun perayaan malam tahun baru 2023 dan Night Market Ngarsapura menyisakan sampah yang berserakan di tepian Jalan Diponegoro hingga Jalan Slamet Riyadi, Minggu (01/01/2023) dini hari.

Pantauan MettaNEWS pukul 03.00 WIB, sampah plastik bungkus makanan nampak mendominasi dan tersebar rata di jalanan maupun pedestrian hingga sudut kanopi Jalan Gatot Subroto.

Sampah
Tumpukan sampah di Jalan Diponegoro area Night Market Ngarsapura, Minggu (1/1/2023) | MettaNEWS/ Adinda Wardani

Bahkan kebanyakan sampah-sampah tersebut masih berisi makanan ataupun minuman sisa. Sampah yang berserakan ini semakin menyebar ketika rombongan pemotor silih berganti menendangi maupun dengan sengaja menyeretnya.

Hanya ada beberapa kantong besar atau trash bag. Pengunjung yang datang pun juga seperti enggan membuang sampahnya di tong sampah. Tong sampah juga tak banyak disediakan. Petugas di kawasan Ngarsapura juga belum terlalu banyak.

Sampah
Sampah berceceran di dekat gapura Ngarsapura, Solo, Minggu (1/1/2023) | MettaNEWS/ Adinda Wardani

Banyaknya sampah ini diakibatkan oleh banyaknya pengunjung yang datang di dua event yang digelar bersamaan. Seperti  kembalinya Night Market ke kawasan Ngarsapura. Malam ini pun secara perdana Night Market kembali ke Ngarsapura usai 6 bulan menempati lokasi sementara di Jalan Diponegoro, Sriwedari.

Keramaian antara Night Market Ngarsapura juga selaras dengan Car Free Night (CFN) sejak Sabtu (31/12/2022) sore. Alhasil hal ini berakibat pada banyaknya sampah. Terlebih pedagang kaki lima (PKL) berjualan di tepian jalan sama halnya saat Car Free Day (CFD).

Sampah
Sampah di Jalan Slamet Riyadi usai perayaan malam tahun baru 2023, Minggu (1/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Masalah ini merupakan masalah klasik yang kerap terjadi saat gelaran. Seperti halnya Car Free Day (CFD).

Beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) DLH, Artaty Mulatsih mengatakan kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Ditambah belum banyaknya peringatan yang tegas akan hal ini.

Kalau kita lihat di sepanjang Jalan Slamet Riyadi ini sama sekali belum ada peringatan menjaga lingkungan misalnya tidak boleh membuang sampah sembarangan, merusak tanaman, bukan papan larangan tapi kami ajak sebagai arah pendekatan lebih edukatif,” katanya.

Sampah
Sampah di bawah kursi Koridor Gatot Subroto-Ngarsapura sisa perayaan malam tahun baru, Minggu (1/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Untuk itu DLH berencana menggandeng lebih banyak lapisan masyarakt untuk memberikan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan.

“Tentunya kita akan menggandeng sebanyak-banyaknya siapapun yang potensial kita libatkan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam bentuk apapun tidak harus berbicara kami akan berusaha untuk terus melibatkan mereka,” tukasnya.