Pengamanan Natal 2022 Lebih Awal, 16 Gereja di Solo Masuk Skala Prioritas

oleh

SOLO, MettaNEWS – Menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, 16 gereja di Kota Solo akan semakin diketatkan keamanannya karena masuk dalam prioritas satu pengamanan. Pasalnya, gereja tersebut memiliki banyak jemaat serta kegiatan ibadat yang padat.

Setidaknya ada 7 gereja di Solo yang ditinjau sebelum perayaan hari raya Natal 2022 hari ini Selasa (20/12/2022) yakni Gereja ST Antonius Purbayan, GBI El Saddai, GBIS Kepunton, Gereja Maria Regina, GKJ Margoyudan, GKI Gupdi Gilingan dan GKJ Manahan.

Adapun rangkaian pengamanan ini dilakukan tak seperti biasanya. Di mana yang biasanya dilakukan di H-3 Hari Raya Natal, atau 22 Desember, kali ini rangkaian pengamanan dilakukan pada 20 Desember.

Sebanyak 1.018 personel Polri, TNI, Satuan Polisi Paming Praja  (Satpol PP) dan ormas nantinya akan dikerahkan untuk pengamanan hari raya umat Nasrani tersebut mulai Kamis (22/12/2022).

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi membantah jika pengamanan dilakukan lebih awal lantaran kasus teror yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di Astana Anyar Bandung yang pelakukanya merupakan warga Solo.

“Jadi intinya sama, proses sterilisasi tahapan-tahapan sebelum misa itu sebelum jemaah-jemaah menggunakan itu tetap ada. Sekali lagi, itu sifatnya skala prioritas ya mana oleh sebab itu pola pengamannannya pengamanan dalam,” ungkap Kombes Pol, Iwan di sela-sela tinjaunnya ke Gereja ST Antonius Purbayan, Selasa (20/12/2022).

Pihaknya mengatakan pengamanan gereja akan dibagi menjadi 3 skala prioritas, yakni prioritas 1, 2 dan 3.

“Prioritas 1 itu ada 16 gereja, prioritas 2 ada 22 gereja selebihnya itu prioritas 3 total keseluruhan 243 gereja. Artinya banyak gereja yang kecil yang jumlah jemaahnya tidak banyak. Misal prioritas 1 secara gabungan kami bisa16-20 personel,” kata Kombes Pol Iwan.

Sementara untuk prioritas 2 dan 3 pihaknya akan melakukan patroli.

“Priotitas 1 dan 2 urgensi tidak terletak disamping jalan raya persis. Kamibisa kurangi bisa ditempuh dengan patroli. Jumlahnya berapa nanti dilihat urgensinya,” imbuhnya.

Kapolresta Surakarta ini juga mengimbau kepada masyarakat Nasrani yang akan melakukan perayaan Natal ke gereja untuk tidak membawa tas besar.

“Serta himbauan-himbauan untuk tidak membawa tas sudah kami sampaikan kami sosialisasikan kepada pengurus gereja. Sehingga pengurus gereja memahami dan menyampaikan kepada jemaahnya memahami sehingga tidak menyulitkan menghambat petugas pada pemeriksaan barang bawaan sebelum jemaah masuk,” kata Kombes Pol Iwan.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa membantah bahwa percepatan pengamanan Natal lantaran adanya kasus teror yang baru saja terjadi. Dia menegaskan bahwa hal itu dilakukan setelah adanya evaluasi pengamanan Natal tahun kemarin.

“Kami lakukan lebih awal dari tahun kemarin supaya memberikan rasa aman terlebih dahulu kepada umat Nasrani. Jadi, kami awali tanggal 20 ini biar mereka merasa diperhatikan. Oh tidak (karena teror-red), gak ada hubungannya ini bagian evaluasinya forkopimda saja,” katanya.

Tujuan pengamanan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada warga Solo maupun pendatang yang akan beribadah.