SOLO, MettaNEWS – Mendukung implementasi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Pura Mangkunegaran dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menjalin kerja sama yang terdiri dari Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) tentang “Pengembangan di Bidang Seni Budaya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi” serta Perjanjian Kerja Sama/Memorandum of Agreement (MoA) tentang “Pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Mereka dan Kerja Sama Bidang Penelitian” dan “Kerja Sama Bidang Pergelaran dan Pameran Karya Seni”.
Seremoni penandatanganan yang dilaksanakan di nDalem Prangwedanan Pura Mangkunegaran dilakukan oleh Sri Paduka Mangkunegara X dan Rektor ISI Surakarta Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum untuk MoU.
Sedangkan untuk MoA penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Bambang Sunarto, dan Dr. Sugeng Nugroho.
Sri Paduka Mangkunegara X menjelaskan bahwa penandatanganan naskah kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari kerja sama yang sebenarnya telah lama terjalin antara Pura Mangkunegaran dan ISI Surakarta.
“Penandatanganan kerja sama ini untuk mendukung peran Pura Mangkunegaran dalam menggali, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan di mana
rencana pengembangan Pura Mangkunegaran tidak akan meninggalkan akarnya dan didukung oleh penelitian dan kajian yang sesuai dengan standar akademik,” tutur Mangkunegara X.
Selain itu, Mangkunegara X menambahkan sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, Pura Mangkunegaran juga merupakan wadah tempat berkumpulnya akademisi, praktisi, dan masyarakat umum yang memiliki panggilan untuk melestarikan serta mengembangkan kesenian dan kebudayaan.
Menurut Sugeng Nugroho, kerja sama antara Pura Mangkunegaran dan ISI Surakarta sebenarnya telah berlangsung lama, sejak institusi tersebut masih berstatus akademi bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta di tahun 1970-an, kemudian menjadi
Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta (1988), dan kini menjadi ISI Surakarta.
“Terbukti banyak alumnus, dosen, dan staf Pranata Laboratorium Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta yang berkiprah di Pura Mangkunegaran, bahkan ada beberapa yang telah diangkat menjadi abdi
dalem,” jelas Sugeng.
Sebaliknya, lanjut Sugeng, tidak sedikit gending-gending dan karya tari gaya Mangkunegaran yang dijadikan materi pembelajaran praktik di Prodi Seni Karawitan dan Prodi Tari ISI Surakarta.
“Demikian juga pedalangan gaya Mangkunegaran dijadikan varian dalam pembelajaran praktik pedalangan gaya pokok di Prodi Seni Pedalangan ISI Surakarta,” ungkap Sugeng.
Lebih lanjut, Sugeng Nugroho mengatakan bahwa dalam hal penelitian, telah banyak karya seni pertunjukan dan kesenirupaan Pura Mangkunegaran yang dijadikan objek penelitian para dosen dan mahasiswa ISI Surakarta. Bahkan salah satu dosen Prodi Desain Interior ISI Surakarta yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana ISI Surakarta, ketika meraih gelar Magister dan Doktor mengambil objek interior Pura Mangkunegaran.
Sugeng Nugroho menerangkan, berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada tanggal 2 Juni 2022, Rektor bersama beberapa pejabat ISI Surakarta melakukan audiensi dengan Sri Paduka Mangkunegara X, untuk memohon agar kerja sama yang telah terjalin baik selama ini dilembagakan dalam bentuk MoU dan MoA.
“Alhamdulillah permohonan tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh Sri Paduka Mangkunegara X.,” tutur Sugeng Nugroho.
Terkait dengan penandatanganan MoU dan MoA, I Nyoman Sukerna menyatakan bahwa ISI Surakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Seni yang mengemban tugas sebagai institusi pelestari dan pengembangan seni tradisi, sudah sepantasnya untuk melakukan kerja sama dengan Pura Mangkunegaran.
“Sebab, Pura Mangkunegaran selain memiliki arsitektur istana Jawa yang khas dan megah, juga memiliki suatu warisan budaya tak ternilai, antara lain upacara-upacara adat, tarian-tarian sakral, gamelan, dan pusaka. Juga yang tidak kalah penting bahwa Pura Mangkunegaran merupakan patronase dan maecenas, yakni pendukung, pendorong, pelindung, pelestari, dan pusat dari seni budaya dan adat-istiadat tradisi Jawa Surakarta,” papar Rektor.
Sementara itu, ISI Surakarta memiliki banyak program studi yang berorientasi pada pelestarian dan pengembangan seni budaya tradisi, antara lain Prodi Seni Karawitan, Seni Pedalangan, Tari, Etnomusikologi, Teater, Desain Interior, Kriya, Desain Mode Batik, dan Senjata Tradisional Keris.
Baik ISI Surakarta maupun Pura Mangkunegaran memiliki keinginan dan harapan yang sama untuk pelaksanaan kerja sama ini ke depannya. Sri Paduka Mangkunegara X menyampaikan bahwa ada banyak kegiatan yang dapat dijalankan bersama dengan semangat kolaborasi,
misalnya program magang bagi mahasiswa ISI Surakarta di Pura Mangkunegaran, penelitian terkait kesenian dan kebudayaan, bahkan penyelenggaraan kegiatan (event). Sinergi dan Kolaborasi kedua lembaga yang memiliki peran penting di bidang kesenian dan kebudayaan Kota Surakarta ini tentunya harus membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Surakarta.
Sedangkan Rektor ISI Surakarta berharap, dengan kerja sama ini akan dapat meningkatkan kontribusi dan peran pendidikan tinggi seni untuk turut serta mencerdaskan anak bangsa.
Pada sisi lain, ISI Surakarta juga akan menjadi partner Pura Mangkunegaran dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya dan adat-istiadat Jawa.







