CIANJUR, MettaNEWS – Gempa bumi di Kabupaten Cianjur Jawa Barat ternyata tak hanya terjadi di tahun ini. Berdasarkan situs Leiden University pada 28 Maret 1897 Cianjur diguncang gempa hebat. Gempa dahsyat ini menimbulkan kerusakan yang tak kalah banyaknya dengan gempa Magnitudo 5,6 yang melanda Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu.
Tercatat bangunan rumah, fasilitas umum seperti masjid, gedung sekolah maupun fasilitas jalan porak poranda akibat gempa ini. Begitu juga dengan korban jiwa.
Namun sayangnya tidak ada data pasti yang ditulis dalam peristiwa tahun 1897 tersebut. Disebutkan rumah warga Tionghoa juga terdampak gempa tersebut.
Rumah seorang dokter bernama JLG le Rutte juga tak lepas dari bencana ini. Dari sebuah foto yang dipotret oleh Woodbury & Page rumah tersebut nampak hancur tanpa sebuah atap di atasnya. Puing-puing struktur bangunan juga berserakan.
Dalam sebuah koran yang berbahasa Belanda peristiwa ini terjadi saat malam hari di 28 Maret 1897. Terhitung belasan gempa susulan dirasakan hingga 29 Maret 1897.
Banyak bangunan yang telah rusak parah dan dievakuasi kala itu. Dalam keterangan berita tersebut, kata Cianjur masih menggunakan ejaan lama yakni Tjiandjor. Berita koran itu mencatat rumah Eropa dan Cina hampir semua rusak berat.
Gempa Cianjur ini disebabkan adanya gerakan Sesar Cimandu. Sesar Cimandu merupakan sesar tertua di sepanjang Teluk Pelabuhan Ratu hingga Padalarang.
Berdasar keterangan peneliti geoteknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sesar Cimandu terbagi menjadi beberapa segmen yang melewati beberapa daerah dan salah satunya Cianjur.
Data BNPB mencatat, setidaknya ada 321 korban meninggal, 11 orang belum ditemukan, dan 7.729 orang mengalami luka-luka dalam gempa bumi 21 November lalu.








