SOLO, MettaNEWS – Revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) tengah berlangsung. Untuk memperlancar revitalisasi TSTJ ditutup mulai 1 September 2022 dan diperkirakan selesai dalam waktu 6 bulan. Pemerintah Kota Solo menggandeng Taman Safari Indonesia untuk membenahi TSTJ menjadi kebun binatang wajah baru yang lebih modern.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengatakan, pengerjaan revitalisasi TSTJ sesuai timeline dan akan rampung sesuai target perencanaan.
Ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (17/11/2022) Gibran mengungkapkan TSTJ sudah mempunyai logo dan nama baru.
Gibran menyebut Solo Safari akan menjadi nama baru untuk kebun binatang kebanggaan warga Solo tersebut.
“Sudah fix (namanya), Solo Safari nama ne ya, aduh surprise e ilang,” tutur Gibran.

Gibran mengatakan pemilihan nama Solo Safari adalah yang paling pas.
“Paling pas, sesuai branding Kota Solo yang dinamis, gampang diinget dan simpel,” tegas Gibran.
Gibran menambahkan masalah pergantian nama dari Taman Satwa Taru Jurug bukan berarti menghilangkan kenangan warga Surakarta.
“Nggak ini lebih ke branding kota, untuk memasarkan, marketing, Solo Safari,” ungkap Gibran.

Dengan pergantian nama tersebut untuk pengelolaan Gibran mengatakan akan ada pembagian antara Taman Safari dengan Kota Solo.
“Pengelolaan sudah fix. Nanti ada pembagian antara Taman Safari dan Kota Solo ya, tenang saja,” tandasnya.
Masih tahap pembenahan, Gibran memastikan revitalisasi bisa selesai tahun ini.
“Kita kejar sebelum tahun baru. Antara tahun baru dan natal lah ya kita kejar,” ungkap Gibran.
Sementara itu Solo Safari juga tengah membuka lowongan tenaga kerja.
“Karyawan yang lama tetap dipertahankan. Diupgrade ya, tenang aja,” pungkas Gibran.








