Panen Protes soal Hapus Anggaran Mobil Listrik, Gibran: Ini Masalah Skala Prioritas

oleh
Gibran
Wali Kota Solo, Gibran coret pengadaan kendaraan listrik jadi mobil dinas kepala daerah, Selasa (1/11/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menanggapi protes warganet tentang keputusannya menghapus anggaran mobil dinas listrik. Banyak warganet menilai Gibran membangkang terhadap instruksi Presiden.

Sebagaimana yang telah diinstrusikan Presiden RI Joko Widodo dalam instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (EV) Sebagai Kendaraan Dinas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Sing protes sopo, ya nggak apa-apa protes. Banyak pro kontra nya. Ya intinya ini, kita lihat urgensinya ya dan skala prioritasnya. Kalau mau beli mobil saya kira timing-nya tidak pas. ini kan kita sedang berusaha untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi,” terang Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (2/10/2022).

Putra bungsu Presiden RI tersebut merasa banyak hal yang perlu diprioritaskan seperti halnya membangun fasilitas umum. Untuk itu keputusannya menghapus anggaran mobil dinas listrik sudah tepat.

“Kalau yang namanya mobil nanti bisa ditunda dulu lah ya. Wong sekarang harga mobil listrik masih mahal-mahal. Pilihannya masih sedikit dan saya masih bisa menggunakan mobil yang lama ini. Makanya anggarannya kita alihkan ke yang lain dulu,” jelas Gibran.

Gibran meminta urusan penghapusan anggaran mobil dinas listrik tak perlu diperpanjang. Sebab keputusan ia ambil dengan mempertimbangkan usulan warga.

“Taman cerdas itu banyak request dari kelurahan-kelurahan. Makanya ini lebih prioritas ya. Wis rasah diperpanjang urusan mobil,” kata Gibran.

Selain itu ia juga mengambil keputusan untuk mensubsidi layanan Teman Bus seperti BST (Batik Solo Trans) dan feader tetap gratis hingga akhir tahun 2022.

“Kita sampai akhir tahun kan kita subsidi juga untuk transportasi umum itu lebih berguna, lebih bermanfaat. Nanti untuk pembelian mobil ditunda dulu untuk bangun Taman Cerdas, pasar,perbaikan jalan itukan saya rasa lebih penting atau untuk support UMKM. Ini masalah-masalah skala prioritas aja,” tegasnya.

Alih-alih membeli mobil listrik yang menurutnya masih mahal, Gibran memilih merencanakan pembangunan pasar tradisional akan menjadi skala prioritasnya selama memimpin Kota Solo.

“Kan kalau yang besar kemarin saya sudah bilang Pasar Kongke. Pak Kadisdag juga sudah presentasi masalah Pasar Panggung Rejo. Saya rasa itu lebih prioritas daripada pembelian mobil ya. Fasilitas publik untuk warga dulu,” tegas Gibran.

Anggaran pasar mengantre

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan ada dua pembangunan pasar yang masuk anggaran 2023. Yakni pembangunan Pasar Joglo menelan anggaran Rp 4 miliar dan Pasar Mebel Bong Mojo sekitar Rp 18 miliar.

“Jadi kalau pasar untuk tahun 2023 itu pembangunan Pasar Joglo, dan yang kedua Pasar Mebel di Mojo. Untuk Pasar Jongke itu dari anggaran pusat, tadi ada tiga pasar yang dibangun di tahun besok. Ya kita berharap Januari bisa segera bisa digarap kerjaan. Mungkin ada yang 4 bulan atau 5 bulan,” ujar Heru, Rabu (2/10/2022).

Rencana pembangunan Pasar Joglo dan Pasar Mojo akan dimulai awal tahun 2023. Seperti salah satunya pembangunan
Pasar Joglo yang terdampak adanya pembangunan elevated rail akan dipindah ke bekas SD Sekip Banjarsari.