Buka Toko Pusat, Warna Warni Putra Obral Kain Brokat Rp 10 Ribu per Meter

oleh
oleh
Peresmian toko kain Warna Warni Putra di jalan Bhayangkara No 15 Sriwedari Laweyan, Rabu (2/11/2022) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Prospek bisnis kain tak terpengaruh oleh perubahan zaman yang menuntut kepraktisan. Menjahitkan baju dari kain pilihan sendiri masih digemari oleh masyarakat meskipun industri pakaian jadi tumbuh sangat subur di Indonesia. Meskipun zaman sudah maju tidak mengurangi kebiasaan sebagian besar masyarakat untuk menjahitkan baju sesuai dengan seleranya.

Peluang inilah yang diambil oleh Bambang Listiawan, Owner toko kain Warna Warni Putra. Toko kain yang berdiri sejak tahun 1977 di Pasar Klewer ini hingga saat ini berkembang menjadi 7 toko kain yang semuanya berlokasi di Solo.

“Toko kami yang di Pasar Klewer dan BTC dibatasi jam 16.00 sudah tutup. Ini kita buka di pertokoan sampai jam 19.00 WIB,” ungkap Bambang di sela-sela pembukaan pusat toko kain Warna Warni Putra yang terletak di Jalan Bhayangkara No. 15 Sriwedari, Laweyan.

Bambang menyebut dengan jam buka toko yang lebih sore untuk memberi kesempatan pada masyarakat yang hanya mempunyai waktu di malam hari untuk belanja kain.

“Jadi harapan kita misalnya dari masyarakat yang bisanya belanja malam dengan harga murah seperti Pasar Klewer bisa ke toko pusat di Jalan Bhayangkara 15 ini,” ujarnya.

Yang menarik, selama grand opening toko kain Warna Warni Putra menghadirkan promo kain brokat dengan harga Rp 10 ribu per meter.

“Kita obral untuk kain brokat dengan harga Rp 10 ribu per meter dan kain tile harga Rp 20 ribu per meter. Jadi bagi yang mau punya hajat bisa membeli seragam panitia di sini,” tuturnya.

Didampingi sang istri, Irawati, Bambang mengungkapkan hingga hari ini menjalankan 7 toko kain yang tersebar di Pasar Klewer, BTC dan di Jalan Bhayangkara yang difungsikan sebagai kantor pusat.

Selain promo kain brokat harga ambyar, Warna Warni Putra juga mempunyai kelebihan yang menguntungkan pelanggan.

“Jenis dan motif kami sangat lengkap, barang kita ready banyak, harganya juga grosir. Misalnya butuh untuk 200 orang gitu kita ada. Bahkan beli satuan juga kita hitung pakai harga grosir,” terangnya.

Menurut Bambang sebagai pelaku usaha kain melihat prospek kain tetap bagus meskipun kepraktisan sudah menjadi tuntutan di masyarakat.

“Kita sebagai pelaku usaha kain kita punya segmen yang berbeda lagi. Karena kebanyakan untuk konveksi rata-rata orang beli jadi kualitas jahitannya dan kainnya tanda tanya. Misalnya dari customer belanja kain di sini gitu kan punya kriteria sendiri maunya dipake nyaman dengan penjahit ini jadi dia belanja kain di tempat kita. Harganya juga ga kalah kalo sama konveksi,” pungkas Bambang.