SOLO, MettaNEWS – SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Parents Day di Ruang An Nafi’ sekolah setempat, Sabtu (29/10/2022). Sebanyak 84 siswa kelas IV mengikuti kegiatan ini.
Dihadiri narasumber Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Solo,
Deddy Suryawan dan perwakilan pengurus komite kelas IV sebagai fasilitator kegiatan.
Kegiatan ini fiasali dengan diagnostik awal. Para siswa diminta untuk menempelkan stiker pernah dan tidak pernah di papan yang bertajuk “Saya Pernah Memanggil Teman Saya dengan Nama Julukan”. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan tepuk hak anak di antaranya hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi.
Materi awal dimulai dengan pemaparan masalah yang dihadapi anak zaman now, di antaranya kurang percaya diri, labil, lebih suka budaya asing, bullying dan berhadapan dengan hukum.
“Bentuk tindakan bullying bisa berupa fisik, verbal, sosial, cyber bullying. Awalnya _
bullying dari kebiasaan bercanda sehingga menimbulkan masalah fisik, perilaku, dan emosiaonal bagi korban bullying,” kata Deddy.
Di kesempatan yang sama, koordinator tim kelas IV, Retno Indriyanti menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memberikan bimbingan, penyuluhan, pencegahan bullying dan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
“Murid diberi pemahaman bahwa akibat tindakan bullying mereka bisa dipenjarakan asalkan ada pelaku, korban, dan saksi. Kategori usia anak minimal 12 tahun dan terlibat dalam 3 jenis kasus hukum,” tambahnya.
Suasana di ruang An Nafi menjadi lebih semarak saat sesi tanya jawab berlangsung. Para murid sangat antusias menyampaikan pertanyaan serta menjawab pertanyaan yang dilontarkan narasumber.
Salah satu murid kelas IV, Ahza Shadiq Eko Putra mengungkapkan kekhawatirannya saat menempel stiker kejujuran.
“Saya pernah menjadi pelaku dan korban bullying tadi sempat bingung mau menempel di kolom pernah dan tidak pernah. Namun, sekarang saya menjadi paham dan mengerti akan bahaya dari tindakan bullying,” terangnya.
Kegiatan Parents Day ditutup dengan kegiatan refleksi. Para siswa bersama-sama berikrar tidak akan pernah mengulangi tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Sebagai bukti wujud ikrar anti bullying para siswa diminta mencelupkan telapak tangan mereka pada tinta pewarna kemudian telapak tangan tersebut dicap di poster yang telah disediakan. Nantinya, hasil poster ini akan ditempel di lorong kelas IV sebagai pengingat ikrar anti bullying








