SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengaku belum tahu faktor apa yang menyebabkan satu kampung di Kelurahan Pucangsawait, Kecamatan Jebres Solo terendam banjir sejak Jumat malam.
“Belum tahu, ini baru mau ke sana. RW 6 Pucangsawit, itu memang daerah cekung dan di dekat sana ada pintu air. Tapi kenapa banjir setelah bertahun-tahun tidak, kita akan cari tahu masalahnya,” ujarnya, Sabtu (22/10/2022) pagi, seusai siaran SoloNow di Radio Metta Solo FM.
Tentang banjir yang sekarang ini melanda banyak wilayah, terutama di Pulau Jawa bagian Selatan, Teguh menyebut ada fenomena alam yang menuntut kewaspadaan semua pihak.
“Pemerintah tentu harus lebih waspada, apa yang sudah disiapkan jauh-jauh hari dengan menata lingkungan sudah pasti akan kelihatan manfaatnya. Kalau kita lihat, di masa lalu kawasan Pucangsawit dan sekitar bantaran Bengawan Solo itu langganan banjir setiap tahun. Ini sudah lama enggak, kok sekarang ada lagi genangan, akan kita cari,” ujarnya.
Demikian juga warga masyarakat, di musim hujan yang diiringi fenomena alam La Nina seperti sekarang tentu ada ancaman yang perlu diwaspadai.
“Terutama, seperti barusan juga saya serukan melalui Metta Solo FM, mari turut menjaga lingkungan. Ikut merawat dan memelihara sarana-sarana yang disiapkan pemerintah untuk mencegah bencana. Percuma dibuatkan saluran air tapi tersumbat sampah, hal-hal seperti ini terus kita ingatkan,” tandasnya.
Banjir menggenangi kawasan RW 06 Kelurahan Pucangsawit. Kawasan itu, sebelumnya sudah dibebaskan dari banjir rutin. Pemerintah membuat parapet dan tanggul di sepanjang Bengawan Solo, serta merelokasi permukiman yang ada di bantaran sungai.








