SOLO, MettaNEWS – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Akademi Bahasa Asing Pignatelli dilebur menjadi Universitas Pignatelli Triputra atau Upitra.
Penggabungan dua lembaga perguruan tinggi menjadi universitas tersebut secara resmi dituangkan dalam Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Surat Keputusan Nomor 511/E/O/2022 per tanggal 13 Juli 2022 tentang izin penggabungan STIE Santo Pignatelli dan ABA Santo Pignatelli menjadi Universitas Pignatelli Triputra di Kota Surakarta.
Selain penggabungan dua lembaga Perguruan Tinggi, Yayasan Santo Yosef Maria Pignatelli Surakarta mengangkat Dr. Francisca Ninik Yudianti, M.Acc., QIA., CSRA menjadi Rektor Universitas Pignatelli Triputra periode 2022 – 2026.
Berlangsung di Aula Kampus Universitas Pignatelli Triputra, Rabu (7/9/2022), Ketua Yayasan, Laurentius Sumadi secara resmi melantik Rektor yang pertama di Universitas Pignatelli Triputra. Dalam kesempatan yang sama, prosesi pelantikan Wakil Rektor dan Pejabat Struktural Universitas Pignatelli Triputra juga dilakukan oleh Rektor baru.

Usai dilantik, Francisca Ninik menyampaikan belum genap dua bulan SK penggabungan STIE dan ABA St. Pignatelli menjadi Upitra. Segenap jajaran civitas masih terus berjuang untuk menyiapkan mimpi besar bagi generasi muda agar siap memasuki dunia kerja yang penuh tantangan.
“Mendidik anak bangsa bukanlah pekerjaan mudah. Kami segenap pejabat struktural yang dilantik hari ini pasti merasakan berbagai rasa campur aduk atas segala kepercayaan dan tanggung jawab besar yang diberikan kepada kami untuk memimpin dan mengelola mitra, sebuah universitas baru yang akan kami bangun di tengah lingkungan dan persaingan yang keras atas persaingan perguruan tinggi yang berkualitas saat ini,” tutur Ninik.
Mengutip dari cerita anak burung Elang yang dibesarkan oleh ayam, Ninik menyebut Upitra memiliki visi yang sama mewujudkan cita-cita leluhur dari Yayasan Pignatelli dari Triputra Edukasi Nusantara menyiapkan generasi muda berpotensi.
“Seekor anak elang yang dibesarkan oleh ayam, sepanjang hayat ia hidup dan tumbuh sebagai ayam. Ia hanya terbang setinggi ayam lainnya, karena melihat sebagai ayam. Suatu saat menjelang kematiannya ia melihat burung elang terbang tinggi diangkasa dengan kepakan sayap yang gagah. Ia pun mengeluh, seandainya saja aku bisa terbang seperti dia. Sang elang pun akhirnya mati dengan penyesalan dan pengertian bahwa ia adalah seekor ayam. Belajar dari cerita tersebut, kami meyakini Upitra bukan anak ayam, tapi anak elang,” tegas Ninik.
Guna mendukung pembangunan manusia Indonesia, UPITRA hadir dan menegaskan kontribusinya bagi bangsa, terkhusus dalam bidang Pendidikan.
“Dengan mengimplementasikan nilai panduan yaitu Integrity and Ethics, Excellence, Compassion dan Humility, Upitra diharapkan mampu menghasilkan intelektual yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tandasnya.
Ninik menyebut PR besar yang menjadi tanggung jawab adalah mendapatkan akreditasi untuk Upitra.
“Target kami semoga dalam kurun waktu satu angkatan ini Upitra bisa mendapatkan akreditasi,” tutur Ninik.

Ketua Yayasan, Laurentius Sumadi menambahkan penggabungan STIE Santo Pignatelli dan ABA Santo Pignatelli menjadi Universitas Pignatelli Triputra di kota Surakarta, pasti akan mengalami perubahan.
“Kami berharap para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas baru dengan baik, penting bagi bapak ibu sekalian untuk bekerja keras dengan penuh dedikasi karena akan menjadi teladan bagi staf di unit masing-masing untuk menuju Universitas Pignatelli Triputra yang unggul, berdaya saing secara global,” jelas Sumadi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Bhimo Widyo Andoko mengatakan, tugas besar bagi jajaran civitas UPITRA untuk mengejar standar minimal.
“Menjadi PR kita bagaimana membentuk SDM yang kita persiapkan menuju era disruption. Tidak hanya cakap akademis tetapi juga ahli dalam bidang diluar akademis, cakap emosi dan intelektualnya,” pungkas Bimo.
Beberapa nama yang menduduki jabatan Struktural Upitra diantaranya Dr. RR. Erna Sadiarti Budiningtyas, S. Sos., M. Sc. sebagai Wakil Rektor I, Johannes Christianto Hartono, S. Pd. sebagai Wakil Rektor II, Thomas Ambar Prihastomo, S.S., M.Si sebagai Wakil Rektor III, Benedictus Herry Suharto, ST., MT. sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, termasuk jajaran Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Vokasi serta Kepala Biro dan Kepala Unit Usaha Perguruan Tinggi.










