SOLO, MettaNEWS – Gedung baru 6 dan 7 berkonsep industrial green campus Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) telah rampung dibangun.
Grand opening ceremony pada Sabtu (15/11/2025) menandai gedung ini akan segera digunakan untuk aktivitas perkuliahan.
Grand opening ceremony dilakukan oleh President Director Triputra Group, Tjandra Karya Hermanto, CEO Triputra Edukasi Nusantara Yohanes Tan, CEO Persada Capital Investama Arini Saraswaty Subianto, Rektor UPITRA Surakarta Ninik Yudianti, Wali Kota Solo, Respati Ardi dan sejumlah jajaran civitas akademika.

CEO Triputra Edukasi Nusantara, Yohanes Tan mengatakan konsep industrial green campus yang diusung gedung baru ini miliki makna yang selaras dengan kurikulum unggulan 3+1 UPITRA.
Yakni 3 tahun belajar di kampus dan 1 tahun Immersion Program langsung di dunia kerja atau industri. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis dan keterampilan relevan sebelum lulus.
“Gedung ini kan industrial, kurikulum unggulan kami 3+1. Tiga tahun kuliah dan 1 tahun di perusahaan. Ini melambangkan bahwa mahasiswa atau lulusan kami benar-benar bisa terjun di lapangan bisa langsung bekerja. Ini merupakan komitmen Triputra,” ujarnya.

Selain itu, UPITRA miliki konsep “Link and Match” dengan dunia industri yang merujuk pada hubungan yang erat antara pendidikan tinggi dan sektor industri untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan pasar.
“Bagiamana pendidikan ini bisa menghasilkan sarjana unggulan bukan pengangguran tapi mempunyai pekerjaan yang baik dan sesuai dengan profesinya,” terangnya.
Konsep ini menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha dalam merancang kurikulum, magang, pelatihan, serta penelitian yang mendukung pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh industri.

“Triputra berkomitmen untuk memberikan pendidikan tidak hanya beasiswa. Kami sudah memberikan beasiswa pendidikan sejak 20 tahun yang lalu ke universitas-universitas tapi tidak pernah terlibat langsung. Di tahun 2018 kami mulai ingin bagaimana Triputra berperan langsung di dunia pendidikan,” ujar dia.
President Director Triputra Group, Tjandra Karya Hermanto menambahkan Triputra tidak hanya berkomiten di dunia industri tetapi juga dalam pendidikan. Ini diwujudkan dalam pengembangan UPITRA sebagai kampus yang selaras dengan nilai Triputra, Excellence Through People and Process.
“Kami percaya bahwa untuk generasi penerus yang baik maka diperlukan karakter yang baik juga tidak hanya komprehensif dalam pendidikan saja. Maka di UPITRA ini kami masukkan DNA Triputra,” kata Tjandra.
“Pertama, Integrity bagaimana itu menjadi kompas kita dalam kehidupan ini. Kedua, Excellence, berusaha menjadi yang terbaik. Ketiga Compassion bagiamana kita bisa mempunyai empati, salah satunya di pendidikan ini bagaimana kita bisa berbagi dengan masyarakat yang lain. Dan keempat Humility,” sambungnya.

Triputra berkomitmen mendekatkan dunia industri dengan pendidikan melalui program CEO ataupun direktur mengajar di kelas-kelas perkuliahan UPITRA.
“Di Triputra ini bidangnya banyak mulai dari agro, treding, kesehatan begitu juga manufakturing untuk otomotif. Kami akan mendekatkan industri ini dengan pendidikan lewat UPITRA,” tukasnya.
Direktur Utama PT Persada Capital Investama, Arini Saraswati Subianto, melihat pendidikan merupakan investasi jangka panjang melalui pengelolaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat bersaing di dunia global.
“Investasi paling besar investasi di SDM. Kalau SDM-nya kita didik dan bimbing bukan hanya pintar di kampus tapi juga punya integritas karena yang paling penting itu karakter. Makanya kami percaya sekali bahwa pendidikan itu adalah wacana kita berinvetasi di SDM untuk masa depan Indonesia,” ujar dia.

PT Persada Capital Investama hadir tidak hanya dalam bentuk fisik menciptakan sebuah fasilitas di kampus UPITRA. Namun pihaknya ingin menekankan tenaga pengajar sebagai ujung tombak yang memiliki dampak besar terhadap dunia pendidikan.
“Kami sangat mengutamakan kepelatihan agar tenaga pengajar ini memiliki kemampuan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dengan industri, masyarakat dan perkembangan zaman. Pendidikan itu membutuhkan tenaga pengajar yang peka terhadap perbedaan individu-individu yang ada. Bagaimana individu di mahasiswa supaya tahan banting, punya integritas, punya karakter memimpin, baik hati dan humble. Itu kuncinya di tenaga pengajar, kalau fasilitas semua orang bisa buat jika ada dananya,” terangnya.
Terakhir, ia berpesan kepada mahasiswa UPITRA tentang menghargai setiap langkah dalam kehidupan.
“Jangan pernah overestimate apa yang mereka bisa kerjakan dalam waktu satu tahun. Tapi jangan pernah underestimate apa yang mereka kerjakan dalam sepuluh tahun. 99 kali kekagalan untuk 1 sukses, tidak boleh putus asa, begitu jatuh harus bangun lagi, jangan cepat nyerah, cepat puas dan nggak boleh motong kompas,” pesannya.

Sementara itu, Rektor UPITRA, Ninik Yudianti menambahkan UPITRA ingin membentuk lulusan yang tak hanya memiliki kompetensi di bidang akademik akan tetapi juga dalam sisi karakter. Harapannya melalui hadirnya gedung baru ini akan memperkuat kolaborasi akademik dan industri.
“Kami memiliki program Bina Karakter Mahasiswa (BKM) untuk membentuk mahasiswa. Kami yakin 101 persen bisa, karena kami sudah mengembangkan kurikulum 3+1. Kami akan terus menjalin hubungan kerjasama dengan mitra. Ditambah dengan hadirnya gedung baru yang akan segera digunakan untuk perkuliahan dalam waktu dekat kami optimis bisa mencetak mahasiswa unggul,” tukasnya.














