Harga Cabai di Pasar Legi Makin Pedas, Meroket hingga Rp 75 Ribu per Kilogram

oleh

SOLO, MettaNEWS – Harga cabai di Pasar Legi Solo melambung sejak Jumat (2/9/2022). Terkini harga cabai merah tampar tembus Rp 75.000 per kilogram (Kg). Padahal sebelumnya komoditas itu sempat menginjak level Rp 60.000/kg. Berangsur naik Rp 3.750/kg setiap harinya hingga Senin (5/9/2022). Tak hanya cabai tampar, jenis cabai lainnya seperti rawit, TW, dan keriting juga mengalami kenaikan di pasar induk Solo ini.

Salah satu pedagang Rika (31) menjual cabai rawit merah Rp 52.000, semula Rp 44.000/kg. Cabai rawit hijau Rp 26.000 semula Rp 21.000/kg. Tampar hijau Rp 32.000/kg semula Rp 30.000/kg. Cabai TW merah Rp 65.000/kg semula Rp 60.000/kg. Sedangkan cabai TW hijau Rp 27.000/kg semula Rp 25.000/kg.

Cabai yang ia jual berasal dari berbagai daerah pemasok yang berbeda. Seperti cabai rawit dan keriting merah ia mengambil dari Cepogo, Madura dan Banyuwangi untuk cabai rawit hijau, Sragen khusus cabai TW.

Pedagang lain, Sutinem (50) menjual cabai rawit hijau Rp 27.000/kg semula Rp 25.000/kg.

“Cabai rawit merah dari sana (pemasok) Rp 48.000/kg dijual Rp 52.000/kg, cabai hijau kriting Rp 31.000/kg sebelumnya Rp 30.000/kg naik nggak terlalu banyak, kalau cabai tampar merah Rp 72.000/kg sebelumnya 70.000/kg, kalau yang hijau stabil Rp 30.000/kg,” kata Sutinem kepada MettaNEWS, Senin (5/9/2022).

Cabai yang ia jual berasal dari Karangpandan Boyolali. Semenjak naik ia tak berani mengambil stok dalam jumlah banyak, hanya sekitar 30 sampai 40 kilogram.

“Harga cabai naik setahu saya karena gagal panen petaninya, kalau soal BLT cair pengaruhnya malah pembeli sepi, ini stok biasa nggak dikurangi,” tutupnya.

Sementara itu Yupi (36) menjual cabai keriting merah seharga Rp 72.000/kg semula Rp 70.000/kg, cabai keriting hijau Rp 32.000 semula Rp 26.000/kg. Cabai rawit merah Rp 62.000/kg semula Rp 50.000/kg, rawit hijau Rp 28.000/kg, cabai TW merah Rp 58.000 semula Rp 50.000/kg, cabai TW hijau Rp 26.000 stabil.

“Ini yang paling banyak dibeli merah tampar, naiknya karena langka biasanya ditandai pesanan dengan yang dikirim dari pemasok nggak sesuai permintaan, biasanya ambil 1 kuintal per jenis, ya selama naik permintaan standar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Heru Sunardi menyebut kenaikan harga cabai di pasaran dipicu mahalnya harga pupuk non subsidi.

“Kenaikan harga terjadi beberapa hari yang lalu sebelum BBM naik, faktor naik karena petani sulit mencari pupuk, pupuk non subsidi sudah mahal tidak ada kenaikan tapi harganya mahal, ada kendala distribusi pupuk sehingga petani menaikkan atas produksinya,” terang Heru saat dihubungi MettaNEWS, Senin (5/9/2022).

Dampak kenaikan harga cabai dari petani membuat tengkulak maupun distributor juga menaikkan harga ke pasaran.