Harga Telur Ayam di Pasar Legi Melejit hingga Rp 30 Ribu/Kg, Termahal Sepanjang 2022

oleh
Telur
Sutini (72) pedagang telur di lantai 3 Pasar Legi Solo, Senin (22/8/2022) | MettaNEWS/ Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Harga telur ayam di Pasar Legi, Solo melejit. Terpantau saat ini harga telur ayam di salah satu pasar induk Solo tersebut berada di angka Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Sebelumnya harga telur ayam paling tinggi hanya mencapai harga Rp 24.000, artinya kenaikan ini menjadi yang paling tinggi disepanjang tahun 2022.

Salah satu pedagang di lantai 3 Pasar Legi, Agung (33) menyebut kenaikan harga telur ayam broiler Rp 30.000/kg terjadi sejak Senin (15/8/2022).

“Naik tanggal 15 Agustus, sebelum tanggal itu harganya Rp 28.000/kg sekarang Rp 30.000/kg, permintaan lumayan karena sudah punya langganan tetap beli,” beber Agung saat ditemui MettaNEWS, Senin (22/8/2022).

Terhitung hingga hari ini, harga ini menjadi kenaikan tertinggi dan masih bertahan selama 8 hari. Meski harga masih tinggi, pihaknya tak mengurangi stok penjualan.

“Saya ambilnya 2 kotak telur dan tetap laku dalam sehari pasti habis meski harganya Rp 30.000 dan ini yang paling mahal, pernah paling murah Rp 24.000/kg tapi sudah lama,” terangnya.

Hal yang sama juga dikatakan Sutini (71), kenaikan harga telur hingga mencapai Rp 30.000/kg merupakan angka yang paling tinggi yang ia alami. Akibatnya ia hanya memperokeh pembeli dari langganan.

“Ini ngambilnya dari agen, ngambilnya satu-dua krat, harga naik katanya dari sananya (peternak). Ini naik turun sering, paling mahal Rp30.000/kg, ada yang beli juga pas mahal ya yang sudah langganan,” kata Sutini.

Terakhir ia menjual telur di angka tersebut pada Jumat (19/8/2022) lalu. Kini harga di lapaknya sudah turun mencapai Rp 28.000/kg.

“Sekarang Rp 28.000 dulu Rp 26.000/kg, terus naik 30.000/kg tiga hari kemarin, terus ini turun. Kalau yang kampung Rp 48.000/kg, kalau ini rada stabil kalau yang broiler naik-turun,” kata Sutini saat ditemui MettaNEWS, Senin (22/8/2022).

Di lantai terpisah, harga telur ayam milik Nano (37) mencapai angka Rp 28.500/kg dari harga Rp 26.000/kg. Kenaikan ini disinyalir dari adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan pemerintah.

“Ini naik, terakhir 26.000 semingguan yang lalu, karena biasanya kalau BLT keluar biasanya telur naik, kan permintaan naik, terus harga naikz Ini belinya dari distributor depan jadi keuntunggannya paling seribu per-kg,” kata Nano.

Setelah masa pemberian BLT rampung, pihaknya menyebut harga telur ayam akan menurun. Bahkan ia pernah menjual telur ayam seharga Rp 16.000/kg.

“Setahun ini paling mahal ini, biasa kemarin 16.000/kg, sudah lama. Kalau harga naik penurunan permintaan biasanya, dua minggu ini 25.000 ke atas pembeli kurang kalau bukan langganan,” jelasnya.