Ini Makna Dibalik Mendhem Kepala Kerbau di Sentra IKM Mebel Gilingan

oleh

SOLO, MettaNEWS – Pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) dilakukan pada bulan Juli ini. Lahan seluas 5.750 meter ini sudah nampak bersih dari bekas bangunan Pasar Mebel Gilingan yang sebelumnya nampak berserakan.

Sebagai pertanda pembangunan akan segera dimulai, Pemerintah Kota atau Pemkot Solo mengawalinya dengan wilujengan ground breaking atau peletakan batu pertama pada Senin, (18/7/2022) kemarin malam.

Sejumlah tokoh nampak hadir dalam acara berbalut budaya Jawa ini seperti Sekretaris Daerah Kota Solo, Ahyani, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (Dinkop) Kota Solo, Wahyu Kristina, pemenang tender proyek PT.  Reka Esti Utama (Cabang Solo) Bayu, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Sebelum peletakan batu pertama, di malam itu pembangunan Sentra IKM diawali dengan mendhem atau mengubur kepala kerbau di bawah galian tanah yang telah di isi sedikit air.

Beberapa tokoh penting yang hadir secara bergantian menutup galian tempat kepala kerbau tersebut dikubur. Setelahnya acara berlanjut ke pemotongan tumpeng dan doa bersama sebelum acara ground breaking berlangsung di keesokan harinya.

Pagelaran wayang kulit juga menjadi bagian acara wilujengan yang berlangsung dari jam 20.00-00.00 WIB.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (Dinkop) Kota Solo, Wahyu Kristina mengatakan acara wilujengan merupakan slametan sebelum sebuah pekerjaan dimulai.

“Selametan kalau orang Jawa sebelum memulai pekerjaan ya kita memohon berdoa agar semuanya lancar tanpa kendala dalam pembangunan, semalam ada tumpengan, wilujengan, sama wayangan,” ungkap Kristina kepada awak media usai ground breaking Sentra IKM Mebel Gilingan, Selasa (19/7/2022).

Lebih lanjut, pembangunan Sentra IKM ini akan menghabiskan waktu selama 150 hari atau sekitar 5 bulan lamanya. Dalam proses pembangunan ini pihaknya berharap agar gedung Sentra IKM dapat berjalan dengan lancar.

Pemaknaan kepala kerbau dalam wilujengan merupakan tradisi yang tak dapat dilepaskan sebagai harapan tuah keselamatan.

“Kita melanjutkan tradisi yang ada di sini, kalau saya memaknai kalau ini tradisi yang niatnya baik untuk keselamatan semua kenapa tidak kita lakukan,” jelasnya.

Menurut berbagai sumber, ritual menanam kepala kerbau merupakan salah satu ritual yang sudah ada sejak era Mataram Hindu.  Digelar setiap hari Senin atau Kamis menurut perhitungan kalender Jawa, ritual ini syarat akan makna tolak bala. Yakni, menjauhkan yang buruk dengan harapan mendatangkan keselamatan.