SOLO, MettaNEWS – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Solo mengadakan kegiatan bulan bakti dengan agenda utama mendukung prioritas program nasional pencegahan stunting.
Ketua IIDI cabang Solo, Nining Himawati Reviono menjelaskan program kegiatan IIDI tahun ini memiliki 5 sub tema yakni remaja peduli dengan kesehatan reproduksi, program kesiapan calon pengantin, program kesehatan ibu hamil dan program pendamping ibu menyusui.
“IIDI cabang Solo mendukung program prioritas nasional cegah stunting dengan 5 sub tema tersebut yang goalnya adalah mengurangi kasus stunting di Solo. Generasi kita selanjutnya adalah generasi penerus bangsa, yang harus kita jaga bersama agar tumbuh sebagai generasi yang sehat dan bergizi cukup,” ungkap Nining ketika ditemui di kegiatan bagi-bagi telur di CFD, Minggu (3/7/2022).

Remaja peduli kesehatan reproduksi, lanjut Nining menjadi pondasi dari program nasional ini.
“Yang terpenting kita perlu menyiapkan remaja untuk sadar kesehatan reproduksi. Dengan remaja yang sehat kita menghasilkan generasi-generasi yang kuat dan bebas stunting,” tegas Nining.
Selanjutnya, program kesiapan calon pengantin, Nining mengungkapkan sebelum menikah ada aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSINIL) yang perlu di download oleh calon pengantin. Aplikasi tersebut untuk screening kesiapan calon pengantin apakah dalam kondisi sehat, siap untuk nikah atau tidak.
“Setelah download aplikasi ELSINIL calon pengantin mengisi data diantaranya berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, kadar anemia dan lainnya. Kalau seandainya salon pengantin sehat maka lolos untuk melangsungkan pernikahan,” ungkap Nining.
Nining menambahkan bila tidak lolos misalnya terdapat indikasi anemia nanti akan dibimbing oleh Puskesmas setempat untuk diberikan tablet penambah darah selama 3 bulan, dan setlah 3 bulan kembali mengisi data ELSINIL tersebut.
Untuk fokus program selanjutnya adalah kesehatan ibu hamil. Nining mengatakan bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungannya.
“Bagi ibu hamil setidaknya memeriksakan 6 kali kandungannya di layanan kesehatan, untuk ibu menyusui memberikan asi eksklusif selama 6 bulan dan selama 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan pendamping asi dan yang kelima pantau tumbuh kembang anak,” paparnya.

Nining menyebut stunting ini yang perlu diperhatikan adalah seribu hari pertama kehidupan.
“Jadi anak sejak dari kandungan sampai anak berusia 2 tahun. Dan yang terpenting kita perlu menyiapkan remaja untuk sadar kesehatan reproduksi,” tegasnya lagi.
Mendukung bulan bakti pencegahan stunting ini, IIDI cabang Solo melakukan beberapa kegiatan seperti sosialisasi di CFD, selaa dua minggu pemutaran iklan layanan masyarakat soal stunting menggunakan 4 titik videotron di Sriwedari Gendengan, Gilingan dan Panti Waluyo. Serta pemasangan baliho di Proliman Banjarsari dan membagikan flyer dalam bentuk kipas serta telur pada pengguna jalan.
“Total ada 1000 telur yang kami bagikan. Selama satu bulan kami mengedukasi dengan membagikan telur. Di CFD kami membagikan 400 telur di 4 titik videotron dan 200 telur saat pemasangan baliho di Banjarsari,” pungkas Nining.











