20 Finalis Duta Genre Memikul Harapan Besar Pengentasan Masalah Remaja di Kota Solo

oleh
Duta Genre
Grand final Duta Generasi Berencana (Genre) di pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (25/6/2022) | MettaNEWS /Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Grand Final Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Solo berlangsung di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (25/6/2022). Sebanyak 20 finalis beradu wawasan dan skill di ajang ini untuk memperebutkan Juara I Duta Genre 2022. Merupakan perhelatan dibawah naungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melalui ajang ini BKKBN sebagai salah satu lembaga pemerintah non kementerian memiliki tugas tentang kependudukan dan menyiapkan keluarga berkualitas untuk remaja.

Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo, Purwanti menyebut materi pada pemilihan kali ini fokus mengkampanyekan bagaimana menghindari 3 masalah remaja dan mencegah stunting.

“Terkait dengan stunting menjadi prioritas kita bagaimana mewujudkan zero stunting di Kota Solo. Upaya pencegahan pernikahan usia anak tidak hanya remaja yang kami libatkan tapi orangtua jadi kita punya wahana pembelajaran keluarga Bina Keluarga Remaja, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), bagaimana keluarga upaya yang kami lakukan menjadi keluarga yang harmonis karena kunci pencegahan pernikahan anak implementasi dari 8 fungsi keluarga,” terang Purwanti saat ditemui MettaNEWS, Sabtu (25/6/2022).

Tujuan dari kegiatan pemilihan Duta Genre salah satunya untuk memberikan apresiasi kepada para remaja-remaja yang tergabung dalam PIK-R disetiap tatanan wilayah berbasis komunitas ditingkat kelurahan maupun pendidikan ditingkat SLTA ataupun mahasiswa, maupun remaja-remaja yang punya semangat kepedulian terhadap generasi berencana.

“Duta Genre kedepan tidak hanya sekedar memilih tapi tugas di pundak sudah menanti akan roadshow di Pik-R yang ada di Kota Solo menguatkan. Karena 20 finalis Duta Genre kemarin sudah diberikan penguatan sebelumnya sehingga harapannya program-program kerja daoat terrealisasi,” ucapnya.

20 finalis yang terpilih nantinya akan mengikuti kegiatan secara berkesinambungan. Melalui sejumlah lembaga seperti BNN terkait menghindari Napza, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, Dinas Pemuda dan Olahraga termasuk Dinas Pariwisata, Duta Genre akan mengkampanyekan program Genre di Kota Solo.

“KUA juga karena menjadi salah satu lembaga yang menyelenggarakan dan memproses pernikahan jadi kita sudah kerjasama dengan Kementrian Agama dan KUA Kota Solo untuk pencegahan pernikahan di usia anak. Jika ada pengajuan pernikahan anak maka KUA akan mengirim keluarga yang mengajukan pernikahan ke kami untuk konseling pendampingan apakah benar orang tua tersebut akan melakukan pernikahan anaknya yang masih belia,” jelasnya.

Mengkampanyekan usia ideal pernikahan untuk perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun, Duta Genre bersama PKK melakukan pemberdayaan keluarga sejahtera.

“Mereka salah satunya melakukan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan baik melalui medsos terjun ke adik-adik remaja mengkampanyekan usia ideal menikah sesuai program pemerintah BKKBN perempuan 21 tahun laki-laki 25 tahun. Secara organ sudah siap dan secara ekonomi harapannya di usia segitu mereka sudah mendapatkan penghasilan sudah selesai menempuh pendidikan tinggi. Secara psikologis sudah siap menjadi seorang ayah dan ibu,” terang Purwanti.

Melihat peran Duta Genre di tahun lalu, Purwanti menyebut kiprah Duta Genre cukup besar.

“Tidak hanya menjadi Dugen tingkat kota dan menjadi wakilnya kota  apalagi menjadi Dugen tingkat provinsi mereka harus punya program kerja yang di awal tadi mereka ada satu program yang harus dilakukan. Evaluasi penguatan materi apa yang perlu kita tingkatkan berdasarkan tahun demi tahun terkait public speaking life skill kemampuan advokasi,” jelasnya.

Untuk mempersiapkan Duta Genre Solo maju ke pemilihan tingkat provinsi Jawa Tengah, pihaknya akan melakukan pembekalan khusus.

“Untuk Mas Iqbal dan Mbak Silvia, tidak hanya pembelajaran mentoring tapi justru banyak kesempatan untuk terjuan langsung ke masyarakat on the spot tidak hanya klasikal,” ucapnya.

Duta Genre memiliki peran dalam pengentasan permasalahan keluarga, remaja di Kota Solo ini diharapkan mampu menjadikan remaja Solo sebagai remaja yang berkualitas.

“Pesannya karena sudah terpilih Anda menjadi Dugen Kota Solo maka tidak hanya sekedar juara tapi tugas amanah di pundak kalian untuk menjadikan remaja-remaja di Kota Solo menjadi remaja yang berkualitas,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo yang hadir dalam Grand Final Duta Genre berharap finalis yang terpilih dapat satu visi dan misi dengan Pemerintah Kota Solo.

“Harapannya Duta Genre yang baru bisa sevisi misi dengan Pemkot Solo terutama masalah remaja jadi saya yakin Duta Genre yang kita pilih di tahun sebelumnya bisa memberikan edukasi ke Du Genre yang baru,” terang Gibran.

Pihaknya berharap permasalahan remaja di Solo dapat diminimalisir melalui maping.

“Mengajari adik-adiknya yang terpilih karena di tahun lalu kita menang di Jateng jadi kita pengin masalah remaja di Solo kita minimasilir lagi ini yang menjadi masalah di Solo pernikahan anak di bawah umur meski sudah diantisipasi masih ada permasalahannya. Target kita yakin dengan dipilihnya Duta Genre permasalahan yang sudah kita maping,” tutupnya.

Inilah daftar juara Duta Genre Kota Solo tahun 2022:

Juara Duta Genre 2022 Putri – Silvia Cahaya Oktaria Riri Magdalena

Juara Duta Genre 2022 Putra – Iqbal Febrian
Juara Dua Duta Genre 2022 Putri – Indana Ulfa
Juara Dua Duta Genre 2022 Putra – Risky Dwi Aryanto
Juara Duta Genre Berbakat Putra – Wisnu Hanggara

Juara Duta Genre Berbakat Putri – Nabella Dwita P
Juara Duta Genre Fav Putra – Doni Nur Cahyadi J

Juara Dut Genre Fav Putri – Ira Rahayu
Juara Duta Genre Advokasi – Anisya Nur
Juara Duta Genre Persahabatan – Muhammad Reihan Ascha.