SOLO, MettaNEWS – Mengenal para seniman cilik asal Solo 3A yakni Asih, Asri dan Angela. Memiliki hobi yang sama yakni melukis membuat tiga gadis yang masih duduk di bangku SMP Negeri 24 Solo ini mantap membentuk grup melukis.
Berawal dari keikutsertaannya di komunitas Dua Rumput, ketiganya pun sering terlibat dalam kegiatan yang sama seperti pameran maupun membuat karya lukisan. Telah mengikuti berbagai pameran secara bersama-sama ketiganya berkomitmen untuk terus berkarya meski telah beda sekolah.
Grup 3A ini telah membuat karya yang dijual dengan harga jutaan rupiah. Seperti karya kedua anggotanya yakni Magdalena Budi Asih (Asih) dan Fransisca Angela Cinta (Angela) yang melelang karyanya masing-masing seharga Rp 5 juta di Pameran Lukisan Nasional Ragam Pesona Nusantara
di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo, Jumat (3/6).
Berani bersanding dengan 150 karya seniman lainnya di pameran tersebut, Asih mengusung tema lukisan Unforgettable dengan ukuran 66×66 cm sedangkan Angela membuat lukisan bertajuk Prince berukuran 90×70 cm.
Masih berusia belasan tahun, ketiganya telah memiliki karya yang cukup banyak disetiap anggotanya. Di mana Grup 3A ini memiliki buah karya lukisan sekitar 150-an. Memiliki ciri khas yang berbeda-beda, Angela merupakan pelukis yang menghasilkan lukisan bertema dekoratif, sedangkan Asih lebih menyukai lukisan animasi. Berbeda dengan keduanya, Asri (Margareta Aprilia Asriningsih) yang juga merupakan adik dari Asih merupakan pelukis abstrak.
Usai mengikuti pameran Pesona Nusantara, ketiganya berencana untuk mengikuti pameran di Mojokoerto dan Malang di bulan Juli dan Agustus mendatang.
“Nanti juga mau ikut pameran di Jogja, sudah ada jadwalnya. Temanya (lukisan) bunga-bunga, sisanya belum ada masih bentuk skate,” ucap Angela saat ditemui MettaNEWS di TBJT, Jumat (3/6/2022).
Lukisan Angela yang sebelumnya juga telah berhasil dibeli Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka pada gelaran Solo Art Market (SAM) sesi #15 berencana untuk kembali membuat lukisan tokoh publik khususnya tokoh publik Solo.
“Mau bikin (lukisan) Pak Gibran. Sebelumnya juga bikin lukisan tentang Solo, Pasar Gede, Keraton Surakarta Kamandungan, Pasar Triwindu,” sebut Angela.
Angela dan Asih saat ini masih sama-sama berusia 15 tahun, sehingga keduanya kompak ingin melanjutkan ke jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) yang sama usai lulus nanti.
Lucia Astutiningsih Ibunda Asih dan Asri yang saat itu turut mendampingi kedua putrinya untuk mengikuti pameran menyebut kedua putrinya memiliki darah seni yang mengalir dari dirinya. Lucia yang juga seorang guru seni budaya di SMP 2 Grogol, Sukoharjo menyebut sejak kecil Asih dan Asri tertarik untuk melukis.
“Sebagai guru seni rupa saya paling senang belajar bersama anak-anak. Melukis bersama seperti teman, maka saya berharap anak-anak saya kelak dapat menggantikan saya. Berguna untuk masyarakat, anak-anak, remaja untuk membangkitkan talenta,” ucap Lucia.
Memiliki anak-anak yang berminat terjun di dunia seni, Lucia bermimpi kedua anaknya dapat menghidupi kehidupannya masing-masing secara mandiri melalui seni.







