Siapa Bu Yanti di Status IG GPH Paundra, Ini Penjelasan PMI Solo

oleh
GPH Paundra
Status Instagram GPH Paundra @gph_paundrakarnajs, Rabu (18/5/2022)

SOLO, MettaNEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Solo tengah diterpa isu miring sejak beberapa waktu yang lalu. Hal ini bermula sejak adanya status Instagram(IG) Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundra @gph_paundrakarnajs, Rabu (18/5) lalu.

Di mana pada status tersebut terdapat tulisan yang ditujukkan ke PMI Solo. Berikut status Paundra: “Bu Yantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…….. Panjenengan orang baik sekaliiiiii….laskar Tuhan dan saya mengutuk keluarga Ibu dan Oknum-oknum di @pmisurakarta yang telah memperlakukan BU Yanti dengan tidak baik dan menipu-memeras adik Bu Yanti yang amat menyayangi kakaknya yaitu Bu Yanti yang terkasih.. Huhuuuuuuu…..” tulis Paundara di akun Instagramnya, Rabu (18/5/2022).

Paundra pun menyebut berkali-kali nama Yanti yang disebutnya sebagai orang baik. Tak hanya satu, Paundra juga menulis satu status yang masih berkaitan dengan Yanti. Tak hanya mention ke akun PMI Solo, Paundra juga mengtag ke sejumlah akun seperti Sumartono Hadinoto, Sektetaris PMI Solo dan mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo

“Bu Yantiiiii, saya Paundra ingin oknum-oknum/pungli-pungli yang ada PMI @pmisurakarta ditindak-lanjuti, diusut sampai ke akar-akarnya, diviralkan, dipermalukan dan oknum-oknum/pungli-pungli pemeras uang dan mengatasnamakan PMI @pmisurakarta dan Indonesia diberhentikan/dipecat dengan cara yang tidak terhormat!!! Tolong pengaduan dan permintaan dari saya ini ditindak-lanjuti nggiih Bapak Sumartono Hadinoto @smart_hadinoto yang baik dan terhormat salam,” tulis Paundra.

Mengetahui hal ini, pihak PMI Solo memberikan penjelasan terkait wanita bernama Yanti. Sekertaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto menyebut kronologi kejadian yang dirasa berkaitan dengan status Instagram Paundra. Sumartono menyebut terdapat satu data orangtua yang bernama Yanti di Griya Bahagia yang sudah meninggal pada dua tahun silam.

Diketahui wanita bernama Yanti tersebut merupakan lansia yang berada di area Mangkunegaran, Solo dalam kondisi tidak terawat. Mengetahui hal ini, PMI Solo mendapat laporan dari masyarakat, Satpol PP dan Pemkot Solo kemudian melakukan survei. Pada 20 Agustus 2019 lalu, Yanti tercatat sebagai warga di Griya Bahagia PMI Solo. Yanti pun dirawat sesuai prosedur, hingga pada 28 Juni 2020 pukul 18.00 WIB, Yanti meinggal dunia.

“Kami berusaha mengecek ternyata bukan pelayanan ambulance maupun darah tapi pelayanan Griya Bahagia. Di mana ada satu orangtua yang ada di Griya Bahagia yang butuh anter oleh waktu itu Satpol PP dan Linmas karena tidak terawat. Kita rawat dan kami juga selalu gratis karena di griya itu kalau donasi silahkan tidak pun akan kami rawat gratis,” ucap Sumartono.

Sebelumnya terdapat kelompok paguyuban perawat RS Brayat Minulya menengok wanita bernama Yanti. Dikatakan Sumartono pihaknya diminta untuk menghubungi kelompok tersebut apabila terjadi suatu hal.

“Beberapa bulan kemudian Bu Yanti ini meninggal. Setelah kami kabari (kelompok paguyuban) ternyata tidak aktif hp-nya. Kami seperti prosedur yang sudah terbiasa kami kebumikan dengan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot Solo,” ucapnya.

Setelahnya kembali terdapat dua orang yang mencari wanita atas nama Yanti.

“Setelah itu keluarga atau paguyuban itu datang. Ada dua orang yang nengok mewakili keluarga atau apa kaget kenapa tidak diberitahu dan mungkin mereka masih terus berdonasi. Padahal donasi sejak awal kita tidak terima,” jelas Sumartono.

Tak menemukan data keuangan yang berkaitan dengan wanita bernama Yanti, Sumartono menyebut pihak PMI Solo tidak menerima donasi dari siapa pun.

“Justru ya baru dari paguyuban itu yang nganter Satpol dengan Linmas katanya. Saya nggak ngerti oknumnya siapa yang menerima donasi atau diberi donasi oleh keluarganya kami sudah cek di rekening kami tidak ada donasi. Dan kami tidak membuat kuitansi,” tukasnya.