SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka rangkaian Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 dengan menyambut 8.195 mahasiswa baru.
Pembukaan Masta PMB 2026 berlangsung di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (3/9/2026). Mengusung tema “I’M UMS: Journey from New Student to Islamic Future Impact Leader”, kegiatan tersebut menjadi pintu awal perjalanan mahasiswa baru untuk membangun kompetensi sekaligus karakter sebagai calon pemimpin masa depan.
Masta PMB tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan lingkungan kampus. UMS ingin menjadikan momentum tersebut sebagai proses awal untuk mengenalkan nilai-nilai universitas, membangun rasa percaya diri, serta mendorong mahasiswa mengembangkan potensi dan prestasi.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengatakan Masta PMB 2026 dirancang dengan pendekatan yang berbeda, termasuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa kekerasan.
“Masta PMB 2026 menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru dengan pendekatan yang berbeda. Selain menegaskan komitmen terhadap pelaksanaan kegiatan tanpa kekerasan, seluruh rangkaian Masta PMB dirancang sebagai proses penyambutan yang menggembirakan dan menyenangkan,” ungkapnya.
Menurut Harun, pengalaman pertama mahasiswa memasuki dunia perguruan tinggi penting untuk membangun semangat dan rasa percaya diri. Ia berharap mahasiswa baru dapat menikmati proses pendidikan sekaligus memiliki target akademik yang jelas.
“Saya doakan mahasiswa UMS bisa lulus tepat waktu, atau bahkan 3,5 tahun karena kampus kita bisa lulus tanpa skripsi,” harapnya.
8.195 Mahasiswa dari Berbagai Daerah
Ketua Panitia Masta PMB 2026 UMS, Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini meliputi Grand Opening dan Masta Universitaria, Masta Ke-IMM-an, Masta Fakultaria, hingga UKM Expo.
“ Kegiatan Grand Opening dan Masta Universitaria sebagai pembuka rangkaian dilaksanakan pada 3 September 2026 di Edutorium UMS dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru,” paparnya.
Sebanyak 8.195 mahasiswa baru yang diterima UMS tahun ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran ribuan mahasiswa tersebut menjadi energi baru bagi kampus sekaligus menandai dimulainya perjalanan akademik mereka sebagai bagian dari keluarga besar UMS.
“Proses penyambutan diarahkan untuk membangun rasa memiliki, memperkenalkan nilai-nilai universitas, menginspirasi, serta menyalakan semangat mahasiswa untuk terus bertumbuh,” tambahnya.
Pembukaan Masta PMB ditandai dengan penyematan mahasiswa baru secara resmi oleh Rektor UMS, yang kemudian dilanjutkan jajaran Wakil Rektor.
45 Mahasiswa Asing Perkuat Nuansa Global UMS
Tidak hanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia, lingkungan akademik UMS juga semakin beragam dengan kehadiran mahasiswa internasional.
Pada 2026, UMS mencatat sebanyak 45 mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di berbagai jenjang. Mereka terdiri atas 19 mahasiswa program Sarjana (S1), 23 mahasiswa Magister (S2), dan tiga mahasiswa Doktor (S3).
Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara tersebut semakin memperkuat lingkungan akademik UMS yang inklusif dan berwawasan global.
Interaksi mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa internasional diharapkan mampu memperluas perspektif, membangun jejaring lintas negara, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja yang semakin terhubung secara global.
Mahasiswa Didorong Berani Keluar dari Zona Nyaman
Perwakilan mahasiswa baru UMS, Anqiya Zaki Mushoddiq dari Fakultas Agama Islam (FAI), mengatakan mahasiswa yang ingin memiliki daya saing harus membangun karakter sejak awal.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik. Sikap rendah hati, kemampuan menerima kritik, serta keberanian mencoba hal baru menjadi bagian penting dalam menghadapi masa depan.
Pesan tersebut juga menggemakan pemikiran Buya Hamka mengenai pentingnya membebaskan diri dari kemalasan yang dapat menjadi belenggu bagi pikiran dan tubuh.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mengajak mahasiswa baru mulai merancang visi kesuksesan sejak hari pertama kuliah.
Mahasiswa didorong membayangkan posisi dan peran yang ingin dicapai dalam 10 tahun mendatang, baik sebagai profesional maupun pengusaha.
Menurut Ihwan, target tersebut harus mulai dibangun melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik selama masa perkuliahan.
“Seluruh proses pembelajaran dan kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan diharapkan dapat terkalibrasi dengan kebutuhan dunia kerja global, termasuk perkembangan kompetensi masa depan yang menjadi perhatian berbagai lembaga internasional seperti World Economic Forum,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru juga mengikuti survei interaktif mengenai keterampilan yang dinilai penting untuk menghadapi perubahan zaman.
Hasilnya, kemampuan problem solving atau pemecahan masalah menjadi salah satu keterampilan yang dipandang paling krusial oleh mayoritas mahasiswa baru.
Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari tantangan dunia kerja ke depan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan.
Dengan dimulainya Masta PMB 2026, UMS menegaskan komitmennya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga Islami, inklusif, berwawasan global, dan mampu melahirkan lulusan yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Sebanyak 8.195 mahasiswa baru pun resmi memulai perjalanan mereka dari kampus UMS untuk dipersiapkan menjadi generasi Islamic Future Impact Leader yang siap menghadapi tantangan masa depan.








