SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 305 perempuan dari 13 komunitas akan terlibat dalam Parade Kebaya Cinta Indonesia di CFD Solo depan SMP Bintang Laut Solo pada Minggu (15/12/2024) pukul 06.00-09.00 WIB.
Mereka akan turut serta dalam acara yang diinisiasi Komunitas Kuthubaru Itu Kita (KIK) sebagai bentuk dukungan dan perayaan kebaya sebagai warisan dunia.
Ketua KIK sekaligus Fashion Designer Indrias Senthir menjelaskan acara tersebut dibuat sekaligus untuk memperingati hari ibu dan ulang tahun ke-5 KIK.
Tidak hanya anak muda, parade kebaya tersebut juga akan melibatkan balita hingga manula dari segala lapisan masyarakat.
“Kebaya itu kan sekarang masuk ke dalam warisan dunia. Kami bangga sekali, tidak gampang bisa masuk ke warisan dunia. Itu yang menginspirasi kami untuk mengadakan parade kebaya,” ujar Indrias usai jumpa pers di Monumen Pers Nasional, Rabu (11/12).
Melalui acara ini, Indrias berharap ia dan KIK bisa mengajak semua kalangan masyarakat lebih mencintai kebaya.
“Sekarang ini jarang kita lihat orang-orang pakai kebaya. Harapannya dengan adanya parade kebaya ini kita bisa lebih mensosialisasikan bahwa kebaya itu bisa dipakai untuk semua orang. Bukan hanya wanita dewasa, remaja dan anak-anak bisa,” ujarnya
Saat parade, 305 perempuan yang hadir akan mengenakan jenis kebaya senada yakni kuthubaru.
“Yang membedakan kami semua mengenakan kebaya kuthubaru. Kalau di acara sebelumnya ada macam-macam kebaya mulai dari modern, encim, kebaya janggan, tapi besok itu khusus kebaya kuthubaru,” terangnya.
Selain parade kebaya, acara juga dimeriahkan dengan membatik di kain panjang.
“Barisan diisi mulai dari siswi TK, SD, SMP dan komunitas. Panjang barisannya hampir 100 meter. Berjalan dengan rapi dan dibuka dengan kentongan. Semua peserta di sana bisa membatik disesuaikan dengan kondisi,” jelasnya.
Kebaya adalah warisan leluhur yang anggun. Dirinya berharap semua perempuan Indonesia bisa terus melestarikan kebaya sebagai pakaian tradisional Nusantara.







