KLATEN, MettaNEWS — Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari data kemiskinan setelah berhasil meningkatkan taraf kesejahteraannya. Ribuan keluarga tersebut kini dinyatakan siap hidup mandiri tanpa bergantung pada bantuan sosial pemerintah.
Momentum tersebut ditandai dengan Wisuda Graduasi Mandiri yang digelar di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa (30/6/2026), dan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Berdasarkan data Tahap I Tahun 2026, jumlah penerima PKH di Kabupaten Klaten mencapai 54.555 keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.596 keluarga berhasil graduasi. Sebanyak 992 keluarga memilih graduasi mandiri karena merasa telah mampu memenuhi kebutuhan hidup tanpa bantuan pemerintah, sedangkan 1.604 keluarga lainnya lulus setelah mendapatkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Salah satu peserta graduasi mandiri, Sri Giatmi, warga Desa Bero, Kecamatan Trucuk, mengaku telah merasakan manfaat PKH sejak bergabung pada 2013. Saat itu kondisi ekonomi keluarganya sangat sulit, namun bantuan pemerintah mampu membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak, gizi keluarga, hingga menjadi modal awal merintis usaha.
Kini, Sri Giatmi sukses berjualan jamu keliling dengan penghasilan yang mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Anak pertamanya juga telah bekerja, sementara anak keduanya masih menempuh pendidikan.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah merasa cukup. Saya mengajak teman-teman yang sudah mampu untuk berani graduasi mandiri, karena masih banyak masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) berupa modal usaha hingga Rp5 juta bagi KPM yang memenuhi syarat.
Salah satu penerima bantuan, Tri Suwiyem, warga Klaten Tengah, mengaku bantuan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan usaha bakso yang telah dirintis selama enam bulan.
“Alhamdulillah saya mendapat bantuan peralatan untuk jualan bakso. Semoga usaha kami semakin berkembang dan ekonomi keluarga semakin baik,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi keberhasilan ribuan keluarga di Klaten yang berhasil keluar dari kemiskinan. Menurutnya, graduasi PKH menjadi bukti bahwa program bantuan sosial mampu mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.
“Graduasi ini tidak hanya terjadi di Klaten, tetapi juga di Kendal dan Brebes. Mereka sudah bisa berdiri sendiri sehingga tidak memerlukan bantuan sosial lagi. Mereka sudah terangkat dari miskin menjadi mandiri,” kata Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Upaya bersama tersebut, menurutnya, telah berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen pada 2025.
“Kolaborasi ini penting untuk mengeroyok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar bisa kita graduasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten atas komitmennya dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Menurutnya, keterbukaan dan akurasi data masyarakat miskin menjadi kunci agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.








