SOLO, MettaNEWS – Terdapat berbagai macam jalur untuk bisa menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, salah satunya seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Menjadi jalur masuk PTN yang paling awal dibuka, SNMPTN menggunakan sistem penilaian rapor semester 1-5. Pada tahun ini, SNMPTN telah dibuka sejak 14-28 Februari lalu telah diikuti berbagai jenjang sekolah menengah diberbagai wilayah.
Pencapaian siswa yang mampu lolos SNMPTN merupakan hal yang membanggakan bagi tiap-tiap sekolah. Tak terkecuali di SMAN 1 Solo, yang pada tahun ini merupakan tahun pertama bagi siswa zonasi SMAN 1 Solo dalam mengikuti SNMPTN. Setidaknya sebanyak 111 dari 165 siswa zonasi angkatan 2019/2020 yang mengikuti SMPTN telah dinyatakan lolos pada 29 Maret lalu.
Berdasarkan data yang diperoleh Mettanews, PTN yang paling banyak meloloskan siswa SMAN 1 Solo yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Gajah Mada (UGM).
Menjadi hal yang membanggakan, Humas SMAN 1 Solo, Syofyan Muchtar menyebut sempat khawatir pencapaian siswa yang lolos SNMPTN turun diangkatan zonasi.
“Angakatan zonasi pertama yang ikut SNMPTN, ternyata hasilnya diluar dugaan. Dari 165 siswa yang punya kesempatan untuk ikut akhirnya 114 siswa lolos,” ungkap Syofyan saat ditemui di SMAN 1 Solo, Rabu (6/4/2022).
Pilihan fakultas yang lolos SMPTN, diungkapkan Syofyan lebih banyak ke kelompok studi saintek (IPA). Semangat belajar para siswa SMAN 1 Solo menurut Syofyan sangatlah baik.
“Dari 12 kelas itu 10 kelasnya juruan IPA, hanya 2 kelas jurusan IPS. Jadi pandemi dan zonasi bukan halangan SMAN 1 Solo tetap menghasilkan siswa berprestasi. Budaya disini sudah diterapkan ke siswa dengan slogan tiada hari tanpa prestasi. Meskipun siswa zonasi tapi karena adanya persaingan secara sehat jadi keinginan untuk maju itu ada. Dan juga mereka (siswa) punya rasa malu dan takut ketinggalan itu ada, jadi mereka bersaing secara sehat,” ucapnya.
Pencapaian tersebut tidak lepas dari giatnya mahasiswa dalam belajar. Pihaknya menyebut berbagai upaya untuk mendukung siswa dalam belajar. Selain menerapkan budaya selalu bersaing, para guru juga mengarahkan pada minat dan motivasi masing-masing siswa.
“Siswa sudah punya target pencapaian, kemudian sekolah melayani dengan cara setiap senin ada try out (TO) secara intern yang sudah diikuti siswa sejak kelas 10 sampai kelas 12. Dilatih TO dari guru-guru ngasih soal di jam pertama dan kedua,” ungkap Syofyan.
Syofyan juga menyebut para siswa SMAN 1 Solo juga memiliki kreatifitas belajar dengan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar jam sekolah.
“Terkadang ada kegiatan ekstrakulikuler yang harus diikuti, para siswa izin buat bimbel. Jadi memang siswa sudah punya budaya bersaing secara sehat dan terus termotivasi,” tutur Syofyan.
Setelah SNMPTN usai, pihaknya akan kembali mendaftarkan para siswanya untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
“Dari 400 siswa yang sebelumnya sudah lolos SNMPTN sebanyak 111, nanti akan ikut SBMPTN. Kita akan mengantarkan anak-anak untuk sukses,” pungkasnya.








