11 Penari Topeng Nusantara & Manca Negara Tampil Memukau di International Mask Festival

oleh
IMF
International Mask Festival di Pendapa Prangwedan Pura Mangkunegaran, Jumat (17/6/2022) malam | dok IMF 2022

SOLO, MettaNEWS – Gelaran hari pertama International Mask Festival (IMF) sempat diguyur hujan, Jumat (17/06/2022). Namun hujan yang turun sejak sore hingga malam hari ini tak menyurutkan para pengunjung untuk datang ke Pendapa, Prangwedan, Pura Mangkunegaran, Solo.Sudah tentu hal ini lantaran sajian tarian dari 9 penari dalam negeri dan 3 penari manca negara mampu menjadi magnet bagi warga Solo dan sekitarnya, terkhusus bagi mereka yang cinta akan seni topeng dan tari.

IMF membawa pengunjung ke dalam kisah dunia tarian topeng yang dibawa dari setiap seniman baik dalam maupun manca negara. Dimulai oleh kelompok tari Semarak Candra Kirana Art Center Solo, penonton disuguhi tari topeng Surpanaka. Di mana tari yang mingisahkan tokoh bernama Surpanaka mencoba memikat hati seseorang bernama Leksmana Widagdo dengan merubah dirinya menjadi seorang wanita yang cantik jelita, namun berujung pada penolakan.

Sementara itu penampilan dari delegasi dalam negeri lainnya seperti kelompok tari Tegal (Pring Serentet), Medan (Bengkel Seni Universitas Medan), Banjarmasin (Sanggar Kesenian Nuansa), Pacitan (Sanggar Tari Pradnya), serta Solo (Akademi Seni Mangkunegaran) juga tak kalah eloknya.

Untuk penari manca negara, Sirisook Dance Theater (Thailand) dan The Kaisen M.D Collective (Singapura) berhasil membawakan tarian berjudul The enchanted Saugandhika flower of Narayanashram forest dengan cantik. Untuk diketahui, tarian ini menceritakan seorang tokoh bernama Drupadi yang terpesona dengan sekuntum bunga yang bernama bunga Saugandhika lalu membawanya pulang. Seperti cerita yang sederhana namun menjadi tampilan yang berbeda di IMF 2022.

Penampilan-penampilan memukau ini barang tentu sesuai dengan temanya Marvelous Mask. Founder IMF, Irawati Kusumorasri Founder IMO menyebut tema ini memiliki makna mendalam dan filosofis.

“Hadir dengan pesan khusus Marvelous Mask yaitu tentang topeng yang menakjubkan dan mengagungkan, topeng telah ribuan tahun mewarnai kehidupan manusia. Ini sebagai ekspresi dunia dimana seni topeng telah mengandung nilai nilai ideologi, edukasi dan dan ekonomi,” ujar Ira di Pendapa Prangwedan, Pura Mangkunegaran Jumat (17/6/2022).

Baginya kebanggaan akan budaya nusantara ini dapat meningkatkan nilai ekonomi sebagai produk budaya. Melalui panggung IMF, nilai-nilai manfaat ini di implementasikan agar topeng memiliki nilai daya guna.

Di tempat terpisah, Deputi Bidang Produk Wisata dan Events Kemenparekraf, Rizki Handayani yang hadir di malam itu menyebut IMF merupakan festival yang unik. Memiliki nilai yang baik untuk Solo, pihaknya berharap IMF dapat mengundang seniman yang lebih banyak dari daerah lain.

“Karena Indonesia kaya banget dengan seni topeng ini, ada beberapa event di Kalimantan Timur itu tapi mereka masih menampilkan topengnya mereka. Kalau Solo ini sudah menampilkan topeng dari berbagai daerah termasuk internasional, jadi ini kalau memang bisa dibesarkan dengan konsep yang lebih ada satu culture entertainment,” kata Rizki.

Juga menggelar workshop topeng, pihaknya juga berharap IMF dalam mengembangkan hasil karya menjadi marchendhise yang berbeda. Tak hanya seperti biasanya yakni kalung topeng kecil. Dapat memajukkan budaya, pihaknya berharap IMF dapat menggandeng Dirjen Kebudayaan.

Penampilan IMF hari pertama ditutup dengan sajian indahnya tari Gendari dari Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Solo.