10 Tahun Urban Social Forum, Ajak Warga Suarakan Aspirasi Kota

oleh
Urban Social Forum
Sesi jumpa media jelang forum diskusi nasional tahunan ke-10 oleh aktivis sosial dan komunitas yang bergerak di isu perkotaan, Urban Social Forum (USF), Kamis (30/11/2023) | Magang UNISRI / Medy Amroni

SOLO, MettaNEWS – Satu dekade sejak penyelenggaraannya perdananya di Taman Balekambang, Urban Social Forum (USF) hadir kembali di tempat kelahirannya, Solo.

USF membawa komitmen untuk merayakan semangat kewargaan dan memperkuat solidaritas di antara berbagai komunitas untuk mewujudkan kota yang lebih adil, manusiawi, dan lestari untuk semua.

USF merupakan agenda tahunan berbentuk ruang terbuka dan inklusif untuk berdiskusi tentang gagasan, pengalaman dan pengetahuan, serta ruang bertemu dan berjejaring aktivis sosial urban dan organisasi yang bergiat di isu-isu perkotaan di Indonesia.

Sejak diinisiasi oleh Yayasan Kota Kita di tahun 2013, USF telah melibatkan ribuan mahasiswa, aktivis, akademisi, praktisi, komunitas, dan organisasi isu perkotaan dan memfasilitasi ruang-ruang diskusi dan kolaborasi di Solo, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Makassar.

Dari tahun ke tahun, USF membawa tema besar “Another City is Possible!”, sebuah ajakan publik untuk bersama-sama bermimpi, menggagas ide dan inisiatif kerja dan kolaborasi, untuk menciptakan kota yang sejahtera dan dibangun atas partisipasi masyarakat.

USF ke-10 akan diadakan pada tanggal 9-10 Desember 2023 di SMPN 10 Surakarta, Lokananta, serta beberapa titik ruang publik lainnya di Solo. Rangkaian acara akan dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Melalui kolaborasi dengan lebih dari 20 komunitas, organisasi, dan institusi dari berbagai kota di Indonesia, Urban Social Forum akan menghadirkan beragam panel diskusi dan kegiatan yang melibatkan lebih dari 60 pembicara, mewakili akademisi, aktivis, mahasiswa, dan pemerintah.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Beberapa tokoh dan komunitas perkotaan yang akan hadir dan terlibat dalam Urban Social Forum adalah Marco Kusumawijaya, arsitek dan aktivis perkotaan yang baru saja meluncurkan buku “Kota-Kota Indonesia: Pengantar untuk Orang Banyak” ITDP Indonesia yang akan
menyelenggarakan lokakarya “Sehari Jadi Wali Kota, Membangun Kota Antimacet dan Polusi Udara”.

Koalisi Perumahan Gotong Royong yang akan menyelenggarakan panel diskusi ‘Bersama Wujudkan Perumahan Layak Bagi Semua, serta Ekspedisi Indonesia Baru yang akan menayangkan film dokumenter ‘Dragon for Sale’.

Berkolaborasi dengan Kembang Gula, Urban Social Forum 10 juga akan menayangkan tiga film dan dokumenter, yaitu ‘On the Way Loving You’ oleh sutradara Tatang A Royadi dari Semarang, “Antar Kota dalam Provinsi’ oleh sutradara Eka Wahyu Primadani dari Surabaya, dan ‘Solo Love Story’ oleh sutradara Fanny Chotimah dari Solo.

USF diinisiasi oleh Yayasan Kota Kita di tahun 2013, berangkat dari sebuah kegelisahan tentang gerakan masyarakat sipil perkotaan yang cenderung terkotak-kotak berdasarkan sektor dan letak geografis.

USF lalu hadir sebagai sebuah komitmen untuk
pengadaan ruang terbuka di mana masyarakat sipil dan warga dari berbagai latar belakang dapat bertemu, berdiskusi, dan berjejaring.

Beberapa hal yang diharapkan dapat menjadi keluaran kegiatan ini adalah suatu kesadaran bahwa permasalahan, hingga aksi di kota adalah saling terkait.

Juga saling memengaruhi satu sama lain, interseksional, dan perubahan dapat dimulai dengan usaha membangun imaji bersama tentang kota yang diidam-idamkan bersama; inklusif, manusiawi, dan lestari.

Yayasan Kota Kita adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Solo, Indonesia.

Yayasan Kota Kita bekerja untuk menjembatani dialog antara pemerintah dan masyarakat dengan menyediakan wadah partisipasi bagi seluruh warga kota, terutama yang termarjinalkan dan terpinggirkan. (Magang UNISRI/Medy Amroni).