SOLO, MettaNEWS – Hari kedua Solo Keroncong Festival (SKF) 2025 semakin padat dipenuhi penonton dari dalam maupun luar Kota Solo.
Tercatat kurang lebih 10.000 orang menonton perhelatan event tahunan ini hingga kemacetan terjadi di jantung Kota Solo.
Suasana malam Minggu menjadi semakin berwarna masyarakat bisa mendengarkan aransemen musik keroncong asli berpadu dengan alunan genre musik lain.
Tidak hanya itu SKF 2025 juga memanjakan penonton dengan venue yang dihiasi ornamen dan pencahayaan yang artistik.
Pada pertunjukan yang kedua ini panitia SKF 2025 memberikan penghargaan apresiasi kepada grup keroncong setiap kecamatan di Kota Solo.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelestarian musik keroncong agar tetap eksis dan terus dimainkan oleh kelompok-kelompok kecil di Kota Solo.
Setelah pemberian penghargaan, penampilan-penampilan spektakuler pun dimulai mulai dari Grup Keroncong Kecamatan (Laweyan, Banjarsari, dan Serengan), Maktab Sabah Malaysia ft. Rosita Kroncong Malang Utara ft. Rizka Rinonce, Sarekat Keroncong Surakarta ft. Mus Mujiono, Didi SSS & Calista SSS, Elisha Orcarus Allasso Kinanti Sekar Arum Putri, Kroncong Rajamala.
Pada malam kedua SKF 2025, performer luar negeri juga ikut unjuk penampilan yakni dari Maktab Sabah Malaysia.
Terdapat 3 lagu yang dibawakan oleh performer Negri Jiran tersebut antara lain Solo Di Waktu Malam, Wajahmu Dimana-mana, Fantasi Bulan Madu, Nona Zaman Sekarang, Anak Ikan, dan Zapin Rinduan Kasih. Selain dari delegasi luar negeri, pertunjukan musik keroncong dari lokal pun tidak kalah menarik.
Kali ini kesempatan grup keroncong dari Kecamatan Laweyan, Banjarsari, dan Laweyan.
Pengalaman tampil di SKF 2025 menjadi suatu momen bahagia bagi penyanyi asal Malaysia.
“Saya Rosita dari Kuala Lumpur, Malaysia. Hari ini saya di Benteng Vastenburg Solo dan ini saya menghadiri serta menyanyi untuk Solo Keroncong Festival 2025,” ujarnya.
“Saya amat terharu karena hari ini kali keempat menyanyi keroncong di tanah Indonesia. Sebenarnya saya bukan penyanyi keroncong tetapi saya ada lagu keroncong dan itu lebih ke pop dangdut. Lagu tersebut kemudian diaransemen dan dipertunjukan sebagai keroncong oleh himpunan keroncong saat saya tampil di SKF,” imbuhnya.
Sebagai penutupan sekaligus puncak acara, panitia SKF 2025 menyuguhkan pertunjukan kembang api yang berkolaborasi dengan Orkes Keroncong Rajamala.
Hal tersebut tentu memukau para penonton yang hadir dan riuh tepuk tangan penonton mengisi sekitaran Benteng Vastenburg. Konsep artistik yang dihadirkan SKF 2025 sukses menghiasai suasana malam Solo yang semakin luar biasa.








