SOLO, MettaNEWS – Ketua Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama, Yenny Wahid yakin ajang olahraga Porseni NU dapat menjadi simbol dari kebangkitan dan kemajuan negara.
“Kalau sebuah negara masyarakatnya bisa mengekspresikan dirinya melaui prestasi olahraga. Artinya ini sebetulnya persoalan kesejahteraan yang paling dasar sudah selesai, nggak ada yang kelaparan gitu misalnya,” kata dia, Minggu (15/1/2023).
Baginya Nahdlatul Ulama telah lama bangkit menjadi salah satu dari sekian organisasi masyarakat yang ada di Indonesia.
“Kebangkitan ulama tetapi bahwa NU harus merumuskan lagi perannya agar bisa relevan dengan perkembangan zaman,” jelas Yenny Wahid.
Putri Presiden ke-4 Abdurahman Wahid itu berharap agar keberadaan NU dapat menjadi organisasi yang mampu melayani masyarakat.
“Apa yang harus dilakukan NU sebagai organisasi agar bisa tetap melayani masyarakat, jamaahnya, memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan bangsa dan juga perkembangan dunia,” kata Yenny.
Harlah satu abad NU tersebut menurutnya miliki banyak tema yang berbeda. Cara ini ia ambil untuk menunjukkan ke publik tentang NU.
“Ada tema teknologi, di Malang itu kita memfasillitasi startup-startup baru, kita memfasilitasi anak-anak yangbergerak dalam bidang digital, kita berikan training, pelatihan, ada lomba para hacker juga ada ini contohnya,” ujar dia.
Baginya menatap masa depan dengan teknologi menjadi bagian utama dari dunia kedepan.
“Dengan adanya Porseni ini, masyarakat Indonesia sekarang alhamdulillah sudah keluar dari permasalahan sandang, pangan dan papan. Artinya sekarang sudah mulai memikirkan tenatng aktualisasi diri,” jelasnya.
Dengan ini menurutnya dapat menjadi bukti bahwa ekonomi dan pendapatan per kapita Indonesia meningkat jauh.
“Dalah waktu 20 tahun terakhir, ya dulu itu sekitar 100 miliar dollar, sekarang sudah 1,3 trilliun dollar. Jadi secara pendapatan pun, Indonesia sudah masuk ke kategori dengan ekonomi besar nomor 16 dunia,” tutur Yenny.
Baginya Porseni dapat menjadi sarana aktualisasi masyarakat.
“Makin kita bisa memfasilitasi ekspresi ini, makin banyak mekanisme mekanisme yang positif yang makin berkemajuan,” ujarnya.







