SOLO, MettaNEWS – Universitas Surakarta (UNSA) mewisuda 630 mahasiswa Program Sarjana (S-1) dan Pascasarjana (S-2) Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung De Tjolomadoe, Kamis (22/10/2026). Para lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta memiliki jiwa kewirausahaan.
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi UNSA yang memperingati usia ke-28 tahun. Mengusung tema “UNSA Berdaya, Menguatkan Pendidikan, Membangun Kemandirian, dan Menjawab Tantangan Bangsa”, kampus ini menegaskan komitmennya mencetak generasi unggul yang siap menghadapi perubahan zaman.
Rektor UNSA, Arya Surendra, mengatakan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut para lulusan memiliki kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi. Menurutnya, penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi salah satu bekal penting untuk bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha.
Arya menegaskan, kehadiran AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman yang akan menggantikan manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas.
“Saya tidak sependapat kalau AI menggantikan manusia, tapi manusia yang bisa memakai AI dengan baik itu yang menggantikan manusia lainnya. Jadi kita harus adaptasi,” ujar Arya, Kamis (22/10/2026).
Ia menambahkan, lulusan perguruan tinggi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mengembangkan kreativitas dan inovasi. Kemampuan beradaptasi menjadi modal penting agar mereka tidak tertinggal di tengah perubahan kebutuhan industri dan dunia kerja.
Lulusan Didorong Buka Lapangan Kerja
Selain penguasaan teknologi, UNSA juga menekankan pentingnya jiwa kewirausahaan. Arya menyebut semangat berwirausaha telah menjadi bagian penting dalam kurikulum kampus.
Melalui pendekatan tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, kemandirian ekonomi generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Karena itu, bekal pendidikan di perguruan tinggi perlu diarahkan agar lulusan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi dan menciptakan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
Puluhan Atlet Berprestasi Ikut Diwisuda
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UNSA, Yitno Puguh Martomo, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi para wisudawan, termasuk di bidang olahraga.
Tahun ini, sekitar 40 atlet turut diwisuda. Dari jumlah tersebut, 12 orang di antaranya merupakan peraih medali dalam kompetisi olahraga tingkat internasional.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan di bidang non-akademik tanpa meninggalkan pendidikan formal. Dukungan kampus diharapkan mampu membantu mahasiswa menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pengembangan bakat dan potensi diri.
Yitno menegaskan, UNSA tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas mahasiswa. Lulusan diharapkan memiliki tanggung jawab, dapat dipercaya, serta mampu menunjukkan jiwa kepemimpinan dalam berbagai bidang.
“Kami siapkan mahasiswa untuk punya keunggulan di bidang akademik, kemudian inovasi, kreativitas, dan yang jelas berkarakter tanggung jawab, dapat dipercaya, dan kepemimpinan,” katanya.
Melalui wisuda ke-28 tahun ini, UNSA berharap para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta mengembangkan potensi diri untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Bekal kompetensi, karakter, dan kemandirian tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi para alumni untuk menghadapi persaingan global sekaligus mengambil peran dalam pembangunan Indonesia.








