SOLO, MettaNEWS– Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memonitor langsung pelaksanaan Posyandu Plus berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di RW 1 Kelurahan Pajang, Rabu (11/2/2026).
Monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat berjalan optimal dan merata hingga tingkat kewilayahan.
Dalam kunjungan tersebut, Astrid Widayani meninjau berbagai layanan yang diberikan kepada warga. Mulai dari penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat, hingga pemberian obat-obatan serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Posyandu Plus 6 SPM merupakan pengembangan layanan posyandu yang tidak hanya berfokus pada ibu dan anak, namun diperluas mencakup enam layanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.
Enam SPM tersebut meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas). Dengan konsep ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dasar dalam satu titik pelayanan di tingkat RW.
Astrid menilai pelaksanaan Posyandu Plus di wilayah Pajang sudah berjalan dengan baik dan hampir merata. Ia mengapresiasi kelengkapan layanan yang diberikan, termasuk perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental warga.
“Saya melihat pelaksanaannya sudah sangat baik, dengan layanan yang semakin lengkap. Ini yang ingin terus kita dorong agar seluruh RW di Surakarta bisa menjalankan Posyandu Plus 6 SPM secara optimal,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Posyandu Plus merupakan salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta dalam memperkuat pelayanan dasar berbasis kewilayahan. Saat ini, Kota Surakarta memiliki lebih dari 600 RW yang secara bertahap ditargetkan menerapkan skema Posyandu Plus 6 SPM.
Menurut Astrid, apabila masih ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Surakarta akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan tenaga psikologi dan layanan kesehatan mental, juga akan terus diperkuat.
“Kami ingin memastikan layanan ini semakin lengkap dan terintegrasi. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar kebutuhan warga, baik kesehatan fisik maupun mental, dapat terlayani dengan baik,” tegasnya.
Selain memantau layanan kesehatan, kegiatan monitoring tersebut juga dimanfaatkan untuk berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat. Berbagai masukan disampaikan warga, mulai dari isu kesehatan, sosial, infrastruktur, perumahan, pendidikan, hingga ketertiban lingkungan.
Melalui Posyandu Plus 6 SPM, Pemerintah Kota Surakarta menargetkan pelayanan publik yang lebih responsif, terintegrasi, dan dekat dengan masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperkuat kualitas hidup warga dari tingkat paling bawah, yakni RW.







