Wali Kota Respati Kejar Infrastruktur Solo Tuntas Akhir 2026, Jalan Kolonel Sugiyono hingga Flyover Manahan Dibangun

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menargetkan seluruh proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo dapat rampung pada akhir tahun 2026. Berbagai proyek tersebut mencakup rekonstruksi jalan, rehabilitasi ruas jalan, penataan pedestrian, hingga pemeliharaan flyover dan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Beberapa pekerjaan yang menjadi prioritas tahun ini antara lain rekonstruksi Jalan Kolonel Sugiyono dan Jalan Yos Sudarso, serta rehabilitasi Jalan Ciptomangunkusumo, Jalan Ontorejo, dan Jalan Sadewo.

Selain itu, Pemerintah Kota Solo juga melakukan pemeliharaan rutin jalur pedestrian dan citywalk di sejumlah ruas jalan strategis, seperti Jalan Kolonel Sutarto, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Hasanudin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Slamet Riyadi, koridor Pendaringan–ISI–Techno Park–Manahan, Jalan Dr. Wahidin, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sutoyo, hingga Jalan Gatot Subroto.

Tak hanya jalan dan trotoar, perawatan juga dilakukan terhadap Flyover Manahan, Flyover Purwosari, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Manahan dan Mojo.

“Pemeliharaan juga dilakukan pada Flyover Manahan dan Flyover Purwosari, serta jembatan penyeberangan orang (JPO) Manahan dan Mojo,” kata Respati, Kamis (23/7/2026).

Respati menjelaskan, penyelesaian pembangunan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat.

Wali Kota muda ini menyampaikan, pembangunan tersebut bukan sekadar memperbaiki kondisi fisik jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menjadi langkah untuk mewujudkan Kota Solo yang lebih nyaman, aman, dan memiliki konektivitas yang semakin baik.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan agar seluruh proyek dapat berjalan sesuai rencana. Respati juga menyampaikan permohonan maaf apabila proses pengerjaan menimbulkan gangguan terhadap aktivitas warga.

“Mari bersama-sama mengawal setiap proses pembangunan untuk mewujudkan Solo yang semakin nyaman, aman, dan terkoneksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki memastikan seluruh proyek infrastruktur yang dibiayai APBD tetap ditargetkan selesai pada penghujung tahun ini.

“Seperti disampaikan Mas Wali, target untuk semua pengerjaan infrastruktur di Kota Solo selesai akhir tahun ini,” katanya.

Nur Basuki mengungkapkan, sebagian besar proyek saat ini telah memasuki tahap lelang. Namun, proses tersebut sempat mengalami keterlambatan akibat lonjakan harga material, khususnya aspal, yang terjadi pada awal tahun.

Ia menjelaskan, pekerjaan yang menggunakan material aspal, seperti rekonstruksi Jalan Kolonel Sugiyono dan Jalan Yos Sudarso, sebenarnya direncanakan mulai dilelang pada April 2026. Namun, rencana tersebut harus ditunda karena terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Seperti pengerjaan Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Yos Sudarso dan semua kegiatan yang terkait aspal itu direncanakan sebenarnya bulan April sudah mulai lelang, tetapi waktu itu ada pergerakan harga yang cukup signifikan akibat kenaikan minyak,” jelasnya.

Nur Basuki mengungkapkan, harga aspal yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta per ton melonjak menjadi sekitar Rp2,4 juta per ton, atau naik hampir 50 persen. Kondisi tersebut membuat DPUPR harus menyusun kembali Harga Satuan Pokok (HSP) agar sesuai dengan harga pasar.

Ia mengatakan, proses penyesuaian kembali juga dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak, terutama solar industri. Pemerintah memilih berhati-hati sebelum melelang proyek agar tidak terjadi persoalan hukum apabila harga material kembali turun.

“Proses penyesuaian harga yang berubah secara signifikan membuat kita tidak berani melelangkan dengan harga tinggi. Karena ketika di perjalanan ada penurunan harga nanti kita dianggap ada indikasi mark up. Itu yang kita hindari,” paparnya.

Setelah harga aspal dinilai mulai stabil di kisaran Rp1,9 juta hingga Rp2 juta per ton, proses lelang kembali dilaksanakan. Saat ini sejumlah proyek, mulai dari rekonstruksi jalan, rehabilitasi Jalan Ontorejo, penataan pedestrian, hingga pembenahan jembatan telah memasuki tahapan tersebut.

Nur Basuki menambahkan, proyek yang didominasi pekerjaan beton, seperti pembangunan jembatan dan saluran drainase, dapat dilelang lebih awal karena kenaikan harga materialnya relatif kecil, yakni sekitar 6 hingga 10 persen, sehingga tidak terlalu memengaruhi perencanaan anggaran.

Dengan dimulainya proses lelang dan pelaksanaan pekerjaan, Pemerintah Kota Solo optimistis seluruh proyek infrastruktur dapat diselesaikan sesuai target pada akhir 2026, sehingga manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat sekaligus mendukung mobilitas dan kenyamanan di Kota Solo.