Wakil Wali Kota Astrid Widayani Tekankan Adaptasi Cepat dan Kolaborasi CPNS dalam Latsar 2025

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memberikan pengarahan kepada peserta Latihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Surakarta angkatan 2025 yang berlangsung di Pusdiktop, Senin (13/4/2026).

Dalam arahannya, Astrid menekankan pentingnya kemampuan adaptasi cepat bagi para CPNS yang mayoritas berasal dari generasi muda dan tersebar di berbagai perangkat daerah. Menurutnya, Kota Surakarta dikenal luas sebagai kota dengan berbagai capaian prestasi, sehingga membutuhkan aparatur yang sigap, responsif, dan mampu bekerja dalam tim.

“Kota Solo ini menjadi pusat berbagai kegiatan dan pembangunan. Maka sebagai CPNS, harus bisa segera beradaptasi di tempat kerja masing-masing dan langsung berkolaborasi dalam satu kesatuan Pemkot Surakarta,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pelayanan publik sekaligus mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih Pemerintah Kota Surakarta selama ini.

Selain itu, Astrid juga mengajak para CPNS untuk menghilangkan stigma negatif terhadap aparatur sipil negara. Ia menegaskan bahwa ASN di lingkungan Pemkot Surakarta harus mampu menunjukkan kinerja profesional, cepat, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Kita hilangkan stigma negatif bahwa PNS tidak bekerja maksimal. Justru kita harus buktikan bahwa ASN Pemkot Surakarta mampu bekerja cepat, tepat, dan total dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap melalui pelaksanaan Latsar CPNS ini, para peserta dapat membentuk karakter yang kuat, baik secara mental maupun kepribadian, sehingga siap menghadapi tantangan birokrasi modern.

Sebagai informasi, Latsar CPNS merupakan tahapan wajib yang harus diikuti sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Program ini bertujuan membentuk kompetensi dasar ASN yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui pembelajaran klasikal, pembelajaran lapangan, serta proyek aktualisasi di unit kerja masing-masing.