BANYUMAS, MettaNEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Bahkan, ia langsung menginstruksikan dinas terkait untuk membantu penyediaan alat pengolah sampah bagi salah satu kelompok KKN.
Komitmen tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Pelepasan Mahasiswa KKN Unsoed di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman Unsoed, Purwokerto, Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak sejumlah mahasiswa berdialog mengenai program kerja yang akan dijalankan di lokasi KKN.
Salah satu perwakilan mahasiswa, Daffa Nurwahid yang akan menjalankan KKN di Kabupaten Purbalingga, memaparkan program kelompoknya yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Untuk sektor lingkungan, kelompok tersebut menggagas teknologi pembakaran sampah minim asap, sedangkan pada sektor ekonomi mereka akan mengembangkan pemanfaatan sabut kelapa sebagai pengganti pot plastik.
Namun, Daffa mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam merealisasikan program pengelolaan sampah tersebut.
Menanggapi hal itu, Taj Yasin langsung meminta perangkat daerah terkait untuk memberikan pendampingan sekaligus membantu penyediaan alat pengolah sampah.
“Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Taj Yasin yang disambut tepuk tangan ribuan mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa asal Kabupaten Kebumen, Bella, juga memaparkan program kelompoknya yang akan berfokus pada pencegahan stunting serta pendampingan pelaku UMKM melalui digital marketing berdasarkan hasil asesmen di desa sasaran.
Taj Yasin mengapresiasi semangat dan kesiapan para mahasiswa dalam menyusun program berbasis kebutuhan masyarakat. Usai acara, ia bahkan menyempatkan diri berdialog langsung dengan sejumlah kelompok KKN untuk mendalami program yang akan dijalankan.
Ia juga meminta mahasiswa mendukung program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama dalam pencegahan bullying, kekerasan, serta perlindungan terhadap anak, perempuan, dan lansia.
Wagub Taj Yasin mengatakan, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat, khususnya pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital dan meningkatkan daya saing produk.
“Bantu masyarakat, edukasi mereka tentang kesehatan, enam SPM Posyandu, serta cegah bullying dan kekerasan. Lakukan juga pendampingan literasi teknologi untuk UMKM di tempat KKN,” ujarnya.
Taj Yasin juga menekankan pentingnya pendampingan dalam aspek kemasan produk, perizinan, hingga sertifikasi halal agar produk desa memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Kalau butuh pendampingan packaging, segera koordinasi dengan kami supaya ada pendampingan untuk izin Depkes hingga sertifikasi halal apabila usahanya sudah mapan,” tambahnya.
Daffa mengaku bersyukur karena program yang diusulkan kelompoknya mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Harapannya ini bisa menjadi inspirasi juga bagi desa yang lain,” ujarnya.
Pada periode Juli–Agustus 2026, sebanyak 3.761 mahasiswa dari 12 fakultas mengikuti program KKN Unsoed dengan mengusung tema “Peningkatan Resiliensi Desa di Tengah Krisis Global: Pangan, Ekonomi, Lingkungan, dan Literasi.”
Kepala Pusat Pengembangan KKN LPPM Unsoed, Dr. Ridwan Kamaluddin, menjelaskan program berlangsung selama 35 hari, mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. KKN dilaksanakan melalui dua skema, yakni KKN Nasional di sembilan kabupaten, termasuk Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Cilacap hingga Belitung Timur, serta KKN Internasional di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong.
Sementara itu, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Sodiq menyampaikan bahwa mahasiswa telah dibekali kompetensi dan karakter untuk mendukung percepatan pembangunan desa serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, berharap seluruh kelompok KKN mampu menyusun program yang sesuai kebutuhan riil masyarakat dan memaksimalkan potensi desa.
“Mulailah dari hal-hal sederhana namun berdampak nyata bagi warga setempat,” pungkasnya.








